Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus meningkatkan produksi khususnya tanaman padi melalui program pompanisasi dan optimasi lahan (Oplah) untuk mewaspadai potensi krisis pangan yang terjadi.
"Yang jelas Kementan ini siang malam gak libur, gak istirahat. Saya bisa pastikan kita ini siang malam kita pastikan pompanisasi, pipanisasi, oplah yang ada di lahan rawa itu," ujar Sudaryono saat ditemui di Gedung Kementan, Jakarta, pada Senin (29/7).
Selain mengadakan program pompanisasi, sambungnya, Kementan juga memperhatikan distribusi serta pemanfaatan dari pompa yang disalurkan kepada daerah-daerah di Indonesia.
Baca juga : Kementan Proaktif Jaga Produksi Padi Lewat Pompanisasi dan Percepatan Tanam
"Karena ending prestasi Kementan ini adalah panen, bagaimana panen cukup untuk kebutuhan pangan rakyat kita," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sudaryono menyebut bahwa tidak ada cara lain menghindari krisis pangan selain mengebut program pompanisasi dan oplah.
"Makanya ditekankan pak Menteri menjadi perhatian kita di Kementan kejar target. Kita target pompa harus didistribusi sampai Agustus pertengahan harus sampai, karena apa? Kalau sampainya nanti-nanti ibarat orang wafat obatnya baru datang, kita ingin datang di situasi yang tepat," terang dia.
Baca juga : Kementan Dorong Pompanisasi dan Percepat Tanam Padi di Nganjuk Jawa Timur
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu negara pengekspor beras ke Indonesia, yakni Vietnam saat ini sedang kesulitan karena urusan perubahan iklim.
"Jadi yang ingin kami sampaikan adalah sense of urgency, kita ini urgen urusan pangan, jangan dianggap sepele," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, total pompanisasi yang sudah termanfaatkan di seluruh Indonesia kurang lebih mencapai 20.559 unit atau seluas 582.528 hektare pompanisasi yang sudah terealisasikan. Saat ini, kegiatan pompanisasi juga sejalan dengan perluasan areal tanam (PAT) di seluruh Indonesia. (Z-6)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Tujuan pompanisasi dan irigasi perpompaan adalah meningkatkan ketersediaan air agar budidaya pertanian berjalan dengan lancar.
Kementan aktif mendorong percepatan tanam padi dan program pompanisasi sebagai langkah antisipasi terhadap krisis pangan dan untuk mencapai kedaulatan pangan.
Yang menarik pada panen kali ini, Poktan ini menggunakan teknologi combine harvester untuk mempercepat proses panen dan meminimalkan kehilangan hasil.
Kementan menggencarkan program pompanisasi yang dianggap solusi tercepat mengatasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Setelah menerima laporan kekeringan di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kementan langsung gerak cepat mengerahkan bantuan pompa air.
Kementan membuka kontak darurat atau hotline pengaduan pompa bagi para petani yang mengalami kesulitan air akibat kekeringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved