Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Pertanian, Syaiful Bahari menyebut bahwa salah satu faktor utama harga pangan yang masih tetap tinggi sampai saat ini adalah karena faktor penurunan produksi pangan.
"Bisa dilihat sejak 2023 pertumbuhan PDB di sektor pertanian, khususnya pangan minus. Bahkan di 2024 ini angka pertumbuhan negatifnya makin besar yakni 24,75%. Potret ini menunjukkan kalau pertanian pangan kita lagi tidak baik-baik saja," kata Syaiful saat dihubungi pada Minggu (23/6).
Ditambah lagi dengan biaya produksi pertanian semakin mahal, dari mulai pupuk, obat-obatan, bibit, dan tenaga kerja serta sudah dua tahun belakangan yang mana terjadi anomali iklim yang berdampak kepada gagal panen dan hama penyakit. Hal tersebut dinilai juga menambah bukti bahwa kondisi pertanian yang tidak baik.
Baca juga : Per Hari ini, Hampir Seluruh Komoditas Pangan Alami Kenaikan Harga
"Akhirnya banyak petani yang berhenti dan menunda bercocok tanam. Akibatnya banyak tanah-tanah pertanian produktif ditelantarkan karena petani tidak mau menanggung resiko, sementara harga jual tidak bergerak naik," ungkap dia.
Dengan situasi seperti itu, Syaiful menegaskan bahwa kondisi makro dan mikro sektor pangan Indonesia sudah semakin parah. Sementara, sampai saat ini tidak ada political will dari pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan produktifitas pertanian pangan dalam negeri.
"Bahkan menjadi ironis di tengah sektor pertanian pangan sedang terpuruk, anggaran yang diberikan APBN 2025 justru dipangkas hanya tinggal Rp8 triliun rupiah. Realisasi pupuk subsidi saja tahun ini tidak sampai 30%. Jadi bisa apa dengan anggaran yang sangat minim tersebut untuk menggenjot sektor produksi pangan?," tandasnya.
Baca juga : Per Hari ini, Mayoritas Komoditas Pangan Alami Kenaikan
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi bersama Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono blusukan di Pasar Nambangan untuk memastikan bahwa kondisi pangan pokok tersedia cukup baik ditambah dengan harga yang baik.
“Beras dalam harga yang sangat baik, tidak lebih dari Rp15.000 per kilogram (kg) untuk premium. Lalu beras medium di bawah Rp12.500 per kg, ada yang Rp12.100 per kg, ada yang Rp12.200 per kg. Kemudian bawang putih harganya Rp42.000 per kg, tapi itu yang kating. Maksudnya kualitasnya di atas. Lalu satu lagi, bawang putih yang biasa harganya di bawah Rp40.000 per kg,” jelas Arief pada Sabtu (22/6).
Kemudian untuk harga komoditas pangan lainnya yang terpantau di Pasar Nambangan adalah harga bawang merah di Rp35.000 per kg yang disuplai langsung dari Nganjuk. Kemudian minyak goreng berada di harga Rp15.000 per liter.
Baca juga : Usai Lebaran, Mayoritas Harga Komoditas Pangan Nasional Naik
"Namun untuk MinyaKita menjadi catatan kita bersama. Nanti akan saya sampaikan kepada Kementerian Perdagangan, karena ini wilayahnya di Kementerian Perdagangan. Nanti Pak Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas akan membantu,” sambungnya.
Di kesempatan yang sama, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono turut mengamini pangan pokok strategis berada dalam kondisi yang normal.
“Biasanya sambil ke pasar, pasti sambil mengecek harga dan alhamdulillah hampir seluruh harga bahan pokok penting yang ada di Pasar Nambangan ini normal. Dari sekian toko ini memang di Jawa Timur semuanya stabil, kecuali cabai merah, dan ini menjadi concern kami,” terang Adhy. (Z-8)
Pemerintah Kabupaten Bangka akan berupaya membantu menstabilkan kembali harga daging ayam, agar masyarakat terbantu.
MEMASUKI kuartal akhir tahun, Indonesia menghadapi dinamika harga pangan yang menuntut kewaspadaan.
Harga iPhone 16 di Indonesia tiba-tiba naik hingga Rp 1 juta setelah peluncuran iPhone 17. Simak penjelasan lengkap penyebab kenaikannya.
Awalnya, penyesuaian direncanakan mulai berlaku pada 1 Mei 2025. Nsmun pelaksanaan serentak akhirnya diputuskan pada Senin, 16 Juni 2025.
KPPU mengungkapkan berdasarkan hasil survei pemantauan di pasar tradisional, ditemukan bahwa mayoritas komoditas pangan mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran 2025.
Kenaikan juga terjadi pada sayuran, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, beras dan terigu.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Keterlibatan Acha Septriasa sebagai Co-Founder di Avarta Media menandai fase baru setelah lebih dari dua dekade ia berkarier sebagai bintang film.
Tiga kesalahan yang harus dihindari adalah kualitas teknis yang buruk, kurang strategi kesan pertama, dan meremehkan proses produksi.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memilih meluruskan angka konversi yang dipaparkan. Ia menolak klaim konversi 100 ribu hektare per tahun dan merujuk data BPS yang jauh lebih kecil.
PT GNI memiliki total 25 lini produksi Nikel Pig Iron, di mana 2 lini saat ini tengah dilakukan perbaikan besar pada material tahan api, sementara 23 lini lainnya tetap beroperasi secara normal.
Penggunaan software desain canggih yang terintegrasi langsung dengan sistem produksi fisik menjadi salah satu solusi yang mulai diadopsi oleh banyak produsen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved