Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Manajer Riset Sekretariat Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) Badiul Hadi meminta pemerintah saat ini tetap fokus untuk menjaga kredibilitas dan akuntabilitas APBN. Itu turut berlaku dalam penyusunan anggaran tahun depan yang saat ini tengah dilakukan.
"Pemerintah harus menjaga kredibilitas APBN 2025 dengan fokus menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan pemerintah Jokowi-Ma’ruf. Mengakomodir agenda pemerintah baru memang penting, tapi fokus pada prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah saat ini jauh lebih penting. Misalnya, terkait program pengentasan kemiskinan ekstrem, stunting, dan lainnya," ujar Badiul kepada Media Indonesia, Minggu (2/6).
Badiul mengatakan, komunikasi yang sedang dibangun antara tim gugus tugas presiden terpilih dan menteri keuangan jangan sampai mengabaikan prinsip kehati-hatian pengelolaan anggaran. Pengalokasian uang negara tidak boleh dilakukan secara serampangan demi memenuhi program yang belum terukur efektivitasnya.
Baca juga : Jawaban Sri Mulyani saat Ditanya soal Program Makan Siang
Lagi pula, presiden terpilih masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk menunaikan janji kampanyenya. Dus, seharusnya anggaran untuk 2025 tak sepenuhnya diintervensi demi memuaskan kebutuhan program-program usulan presiden terpilih.
"Jangan sampai menganggu agenda yang sudah disusun. Kunjungan tim Gugus Tugas Sinkronisasi, semoga saja tidak melakukan banyak intervensi APBN 2025. Untuk program prioritas pemerintahan baru, tidak perlu dipaksakan tahun 2025 juga, perjalanannya masih panjang," kata Badiul.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, kunjungan yang dilakukan tim perwakilan presiden terpilih ke kantor Menteri Keuangan Sri Mulyani tempo hari semata untuk menyampaikan aspirasi. Pasalnya, tak mungkin aspirasi tersebut dibawa di dalam rapat kabinet pemerintahan saat ini.
"Ini diutus pak Prabowo Subianto menghubungi para menteri, supaya keberlanjutan berjalan. Ini juga sifatnya teknis. Saya dengar juga Menko Perekonomian sudah memonitor soal ini. Jadi tidak ada masalah," kata dia kepada pewarta saat ditemui di Kabupaten Bogor, Sabtu (1/6).
Hal itu diungkap Guru Besar Sosiologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Iim Halimatussadiyah. Dia menegaskan bahwa jarak adalah syarat moral dan politik bagi masyarakat sipil.
Prabowo tiba di lokasi pada pukul 10.51 WIB. Prabowo tampak menggunakan baju safari berwarna coklat muda.
Anggota Badan Pengkajian MPR-RI itu melanjutkan, Indonesia adalah negara besar yang terdiri atas beragam suku bangsa.
Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo, masyarakat telah menikmati infrastruktur jalan yang mulus dan bagus dari kota hingga ke kampung dan desa-desa.
WWF Indonesia memuji Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang dinilai membawa semangat baru dalam tata kelola kehutanan Indonesia.
SATU tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berjalan mulus bukan karena kinerja pemerintah yang efisien, melainkan karena lemahnya peran DPR
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved