Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda berpendapat program makan siang dan susu gratis yang diusung calon presiden (capres) Prabowo Subianto akan membuat beban fiskal negara semakin berat.
Diperkirakan program tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp400 triliun dari pengalihan dana pos anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sebanyak 82,9 juta warga ditargetkan menerima manfaat makan siang dan susu gratis. Penerima tersebut dari kalangan ibu hamil, santri dan murid.
"Mereka butuh anggaran yang mungkin mencapai ratusan triliun rupiah, mulai tahun pertama hingga tahun kelima. Saya rasa keuangan kita enggak akan kuat menopang beban fiskalnya," kata Huda saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (22/2).
Baca juga : Makan Siang dan Susu Gratis Bisa Bikin Anggaran Pendidikan Berkurang Drastis
Ia menegaskan program makan dan susu gratis akan sulit terealisasi dengan baik karena mengorbankan banyak kepentingan uang rakyat. Untuk memenuhi janji kampanye itu, Prabowo berencana memangkas anggaran subsidi energi bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan listrik. Jika ada pengalihan subsidi, masyarakat akan membayar BBM lebih mahal.
"Harus diingat bahwa menaikkan harga BBM dengan mencabut subsidi akan meningkatkan inflasi, beban hidup masyarakat, termasuk masyarakat miskin akan meningkat," terang Nailul.
Alih-alih menciptakan kesejahteraan rakyat, program makan dan susu gratis capres Prabowo diperkirakan akan membuat angka kemiskinan meningkat.
Baca juga : Strategi Kampanye Prabowo-Gibran Dikritik Minim Gagasan
Jika angka kemiskinan terus melonjak, hal ini dianggap tidak sebanding dengan efek makan siang yang nyatanya juga bisa salah sasaran. Ekonom Indef itu pun meramalkan program tersebut akan gagal dieksekusi secara optimal.
"Saya prediksi, makan siang gratis untuk 100% ibu hamil, siswa, dan santri Indonesia tidak akan berhasil hingga 2029. Paling mentok menyasar 51% di 2029," tegas Nailul.
Program pemberian makan dan susu gratis juga dinilai tak bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini stagnan di level 5%.
"Program ini kontradiktif jika bisa meningkatkan inflasi. Inflasi yang tinggi artinya daya beli masyarakat tergerus. Ini yang harus diwaspadai," pungkas Nailul. (Z-6)
Melalui Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2025, masyarakat dari 15 golongan kini bisa menikmati layanan TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta secara gratis.
Program bantuan ini mencakup dua jenis seragam, yakni seragam nasional dan seragam khas daerah berupa baju Melayu.
Penyerahan seragam tersebut, dirangkaikan dengan Peluncuran 7 Gerakan Anak Sehat Indonesia, di di Lapangan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Selasa (8/7).
Agung telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Wali Kota Pekanbaru tentang pemberian layanan tiket gratis Bus TMP pada Hari Jadi ke 241 Kota Pekanbaru.
Menurut Ina Liem, yang sesungguhnya dimaksud dalam putusan MK adalah bentuk bantuan operasional, mirip skema dana BOS, yang selama ini sudah diberikan ke sebagian sekolah swasta.
Selain fasilitas yang bisa dinikmati tamu tanpa membayar, tamu juga bisa menikmati fasilitas lainnya yang berbayar.
Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto, kini diusulkan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Simak profil dan hubungan keluarga mereka.
Perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan menjadi suntikan semangat bagi dirinya dan rekan-rekan sesama mahasiswa.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan mendukung wacana Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Thomas keponakan Prabowo Subianto
PRESIDEN Prabowo Subianto memulai rangkaian lawatan luar negeri ke Inggris dan Swis dengan agenda penguatan kerja sama ekonomi, pendidikan, serta komitmen konservasi lingkungan
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak menuju Inggris dan Swiss, Minggu (18/1) untuk menghadiri sejumlah pertemuan strategis di antaranya World Economic Foru
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkap arahan Presiden Prabowo agar perguruan tinggi memperkuat riset dan inovasi berbasis sains.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved