Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Research Associate Center of Reform on Economics (CORE) dan Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad), Ina Primiana menyebut bahwa Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan kontribusi output manufaktur terbesar pada 2023.
"Memang Amerika disalip oleh Tiongkok gitu ya walaupun Tiongkok juga sekarang juga kondisinya juga tidak terlalu baik," ucap Ina di Jakarta pada Selasa (23/1).
Lebih lanjut, ujar Ina, kontribusi output manufaktur Indonesia sendiri terhadap dunia mencapai US$241 miliar.
Baca juga: CSIS: Hilirisasi Bukan Jawaban atas Semua Masalah
Sedangkan Tiongkok, berhasil menyalip Amerika sebagai negara manufaktur terbesar dengan nilai output yang mencapai US$4,9 triliun pada 2021.
Meskipun tersalip oleh Tiongkok, saat ini Amerika masih menjadi negara dengan kontribusi output manufaktur terbesar kedua dengan nilai output mencapai US$2,4 triliun.
Baca juga: Gagasan Ekonomi Anies Dinilai Lebih Hemat
Lalu, ia menyebut bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) negara-negara Asia bahkan dengan Amerika dan Eropa juga kalah dengan Indonesia.
"Mereka di bawah 50 gitu ya terjadi kontraksi, kita kalah sama India saja. India itu 56 kita itu 52, nah jadi kita kalah dengan India, sementara yang lainnya itu dibawah Indonesia," tutur dia.
Kondisi PMI manufaktur di beberapa negara Asia Pasifik, lanjut Ina, mengalami penurunan pada Desember 2023. Sedangkan kondisi PMI manufaktur ASEAN sendiri, terkontraksi pada Desember 2023 yang disebabkan oleh menurunnya permintaan baru dan melemahnya produksi output di kebanyakan negara ASEAN.
(Z-9)
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved