Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pemerintah untuk mempertebal dan memperpanjang bantuan sosial (bansos) dinilai tak tepat, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran. Pengambil kebijakan didorong tak lagi menambah bansos hingga masa pemilu selesai.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CoRE) Indonesia Mohammad Faisal saat diminta tanggapan perihal rencana Presiden Joko Widodo menambah bantuan sosial berupa beras hingga Juni 2024.
"Itu adalah kebijakan yang tidak tepat untuk dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Karena kita tahu ini akan ada Pilpres. Ini sangat rentan bantuan tersebut, apalagi bantuan beras disalahgunakan untuk kampanye, untuk kepentingan politik," ujarnya.
Baca juga : Wapres: Bansos Tidak Boleh Dijadikan Syarat Memilih Seseorang
"Itu sudah terjadi berulang kali dalam pemilu-pemilu sebelumnya. Jadi, memang sangat tidak disarankan bagi pemerintah untuk meningkatkan bansos, termasuk beras selama masa kampanye, apalagi sebelum pemilu," tambah Faisal.
Alasan lain penambahan bansos beras dianggap tak tepat lantaran beras yang bakal disalurkan terindikasi merupakan hasil impor. Itu amat disayangkan lantaran bakal memberi dampak negatif pada petani karena dalam waktu dekat telah masuk masa panen.
Baca juga : Presiden Jokowi Gencar Bagikan Bansos Jelang Pemilu, Ini Kata Istana
Penyerapan beras impor untuk menggulirkan bantuan sosial juga dinilai tak elok lantaran itu sama saja dengan pemborosan anggaran.
"Pemerintah juga berencana mengimpor 3 ton beras dalam kondisi sebetulnya stok masih ada. Jadi akan ada surplus beras yang luar biasa ketika impor itu sudah masuk, apalagi sudah mau masuk musim panen," kata Faisal.
"Jadi ini tidak tepat karena bantuan berasnya sendiri untuk menyerap beras impor. Itu akan lebih buruk lagi dampaknya bagi petani dan juga membuang-buang dari sisi anggaran," pungkasnya. (Z-5)
Cek desil bansos 2026 secara online melalui website dan aplikasi Kemensos. Simak cara cek status penerima bansos dan penjelasan fungsi desil.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved