Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara soal kecelakaan kerja di pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah.
Ia menduga ada kekeliruan yang diterapkan pada health, safety, security, & environment (HSSE) atau umumnya disebut K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) dalam pengoperasian proyek itu.
"Kalau kecelakaan (smelter) membawa korban, berarti ada salah dengan HSSE. Oleh karena itu perlu dicek di lokasi," ujarnya di Jakarta Barat, Jumat (29/12).
Baca juga : Tungku Smelter PT IMIP di Morowali Terbakar Lagi, Ini Kronologinya
Airlangga menegaskan perusahaan smelter wajib menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi karena merupakan industri dengan risiko bahaya tinggi.
Ia pun menyesalkan kebakaran akibat ledakan tungku smelter yang berada di kawasan industri nikel Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menelan korban jiwa. Hingga Rabu, (27/12) kecelakaan kerja di perusahaan smelter asal Tiongkok itu menewaskan 19 orang.
"Kecelakaan yang sampai membawa korban jiwa itu sangat disayangkan. Industri smelter wajib memperhatikan HSSE. Itu rumus nomor satu. Sehingga, zero accident (kecelakaan nihil) itu menjadi target," ucap Politikus Partai Golkar itu.
Baca juga : Smelter Morowali Meledak Lagi, DPR: Pemerintah Lamban Mengaudit
Ia mengatakan seharusnya pabrik smelter PT ITSS berhenti operasi sementara untuk memprioritaskan keselamatan pekerja ke depannya. Saat ini kementerian terkait yakni seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Ketenagakerjaan telah menerjunkan tim ke lokasi kecelakaan untuk mendalami penyebab ledakan tungku smelter.
"Kalau di tempat di mana tungku itu terbakar pasti berhenti (operasinya)," pungkas Airlangga.
Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto menuturkan akan ada sanksi yang dikenakan bagi perusahaan yang didapati melanggar ketentuan pengoperasi smelter. Sanksi tersebut dapat berupa denda administratif atau ancaman pidana.
Baca juga : Audit Bisnis dan HAM, Upaya Memutus Tragedi Kecelakaan Kerja
"Jika berdasarkan hasil investigasi Polri dan Kemnaker ada pelanggaran, maka akan ditindak sesuai aturan," jelasnya.
Seto menambahkan Kemenko Marves juga menerjukan tim untuk mengecek lokasi kecelakaan kerja smelter milik PT ITSS. Ia mengaku pihaknya bersama kementerian lain
melakukan koordinasi dalam upaya cepat penanganan kecelakaan kerja tersebut.
Baca juga : Korban Jiwa Ledakan Smelter di Morowali Menjadi 20 Orang
"Kami akan menunggu hasil final investigasi dari Polri dan Kemnaker. Kemarin mereka baru saja selesai dari Morowali. Tentu ada penyelidikan menyeluruh," ucap Seto. (Z-4)
Baca juga : Negara Harus Hadir Kuatkan Implementasi K3 di Perusahaan Berisiko Pekerja
Infografis pencapaian kinerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sepanjang tahun 2025
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan atas seluruh substansi tarif resiprokal.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memastikan bahwa Indonesia saat ini terus berproses untuk bergabung sebagai anggota penuh OECD.
Indonesia jadi negara pertama yang capai kesepakatan penurunan tarif dengan AS dari 32% menjadi 19%, langkah diplomasi ekonomi yang jaga kepentingan nasional.
Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP), sebagai tindak lanjut pelaksanaan program strategis nasional berjalan efektif
SEKRETARIS Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, capaian investasi Indonesia terus menunjukkan kinerja yang kuat dan semakin berkualitas.
INDONESIA pada 2024 tercatat mengimpor sekitar 10,4 juta ton bijih nikel dari Filipina—angka yang diperkirakan melonjak menjadi 15 juta ton tahun ini.
Hal itu adalah bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan kedaulatan sumber daya alam dan menertibkan praktik ekonomi yang merugikan rakyat.
Kepala Negara mengungkapkan enam unit smelter timah yang beroperasi tanpa izin di kawasan konsesi PT Timah telah disita aparat penegak hukum.
Presiden meninjau langsung Barang Rampasan Negara yang telah melalui proses hukum, sebelum kemudian dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Jaksa Agung kepada Kementerian Keuangan.
Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mengungkapkan kehadiran Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa, PT Ceria Corp, merupakan sebuah pencapaian besar di Kabupaten Kolaka.
Bank Mandiri dan Ceria Corp memperkuat sinergi hilirisasi lewat ekspor perdana Low-Carbon Ferronickel (FeNi) dari smelter Merah Putih di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved