Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Eropa pada Rabu (15/11) menurunkan perkiraan pertumbuhan zona euro untuk 2023 dan 2024. Tingginya biaya hidup dan suku bunga membebani konsumen dan dunia usaha.
Pemerintah merevisi perkiraan pertumbuhan pada 2023 menjadi 0,6% alias turun 0,2 poin persentase dari perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan pada 2024 ditetapkan sebesar 1,2% atau penurunan peringkat sebesar 0,1 poin.
"Masih tinggi, meski menurun, inflasi dan pengetatan kebijakan moneter berdampak lebih besar dari perkiraan sebelumnya," kata komisi tersebut dalam satu pernyataan. Ia mengacu pada penaikan suku bunga Bank Sentral Eropa yang bertujuan mengendalikan harga konsumen.
Baca juga: Dubai Rencanakan Punya Bandara Baru Lebih Besar pada 2030-an
Permintaan eksternal juga lemah. Prospek perekonomian zona euro berbeda dengan Amerika Serikat yang mengalami pertumbuhan tahunan yang kuat sebesar 4,9% berdasarkan data kuartal ketiga.
Baik Eropa maupun Amerika Serikat sedang bergulat dengan inflasi yang terus-menerus tinggi. Ini dipicu oleh meningkatnya permintaan pascapandemi dan, dalam kasus Eropa, diperburuk tingginya biaya energi akibat perang Rusia di Ukraina.
Baca juga: Pengangguran di Afrika Selatan Menurun Jelang Pemilu
Brussel memperkirakan inflasi zona euro sebesar 5,6% pada tahun ini atau tidak berubah dari perkiraan sebelumnya dan 3,2% tahun depan atau peningkatan dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,9%. Bank Sentral Eropa, seperti Federal Reserve AS, berturut-turut menaikkan suku bunga utama dan tampaknya akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi hingga tahun depan dalam upaya mengendalikan inflasi.
Kebijakan moneter yang ketat bertindak sebagai penghambat aktivitas ekonomi, terutama di 20 negara zona euro. "Kita mendekati akhir tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian UE. Pertumbuhan telah melambat lebih dari yang diharapkan," kata komisaris perekonomian UE, Paolo Gentiloni.
"Tekanan harga yang kuat dan pengetatan moneter yang diperlukan untuk mengatasinya, serta lemahnya permintaan global, telah berdampak buruk pada rumah tangga dan dunia usaha."
Gentiloni mengatakan zona euro kehilangan momentum setelah penampilan yang kuat pascapandemi pada 2021 dan 2022. "PDB riil hampir tidak tumbuh dalam tiga kuartal pertama tahun ini," katanya dan diperkirakan hanya sedikit pulih pada kuartal-kuartal mendatang.
Perkembangan global yang berpotensi mengguncang pasar energi dunia, khususnya kasus konflik Israel-Hamas yang dapat menyebar di Timur Tengah yang kaya minyak dan gas, menghadirkan, "Risiko negatif," kata Gentiloni. "Meningkatnya ketegangan geopolitik semakin meningkatkan ketidakpastian dan risiko yang mengaburkan prospek perekonomian," katanya.
Perlambatan ekonomi Eropa berdampak pada sektor jasa setelah menurunnya aktivitas industri. Prospeknya suram karena menurunnya permintaan serta kekurangan bahan baku dan peralatan.
"Data terbaru bulan Oktober dari survei kami menunjukkan ada stabilisasi sentimen pada tingkat yang rendah," kata Gentiloni. "Selama dua tahun ke depan, konsumsi swasta akan menjadi pendorong utama pertumbuhan, karena penaikan upah harus melebihi inflasi, sehingga meningkatkan daya beli rumah tangga," katanya.
Perekonomian terbesar zona euro, Jerman, diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 0,3% tahun ini sebelum mengalami rebound moderat menjadi pertumbuhan 0,8% tahun depan dan 1,2% pada 2025. Prancis, negara dengan perekonomian nomor dua, diperkirakan mencatat pertumbuhan sebesar 1,0% pada tahun ini, 1,2% pada tahun depan, dan 1,4% pada 2025. (AFP/Z-2)
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5%.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis, 20 November 2025, dibuka menguat 43,86 poin atau 0,52% ke posisi 8.450,44.
DEWAN Gubernur Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada November 2025.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Nilai tukar rial Iran jatuh ke level terendah sepanjang sejarah, memicu inflasi pangan hingga 70%.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved