Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memperkirakan puncak musim panen raya di awal tahun 2024 mundur dua bulan akibat el nino. Secara historis puncak panen padi terjadi pada Maret-April. Namun, bakal mundur pada Mei-Juni.
Ia menjelaskan fenomena El Nino membuat musim hujan mundur dari waktu biasanya. Normalnya musim hujan masuk pada bulan Oktober. Namun, musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan baru terjadi November ini.
"Ya prediksinya (musim panen) mundur dua bulan. Berarti sekitar Mei-Juni gitu ya," kata Arief di Kawasan Pabrik PT Pupuk Kujang, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (11/11).
Baca juga: Kepala Bapanas Tepis Perpanjangan Bantuan Pangan untuk Kepentingan Politis
Menurutnya, agar musim panen raya berhasil, petani harus didukung dengan ketersediaan pupuk yang memadai, air, menjaga tanaman pari dari serangan hama dan lainnya.
"Mudah-mudahan hasilnya (panen padi) baik. Salah satu kuncinya itu pupuk. Ya kami bersyukur ini didorong oleh PT Pupuk Indonesia," ucapnya.
Baca juga: Mentan: Program Gernas El Nino Capai 75,6% dari Target
Untuk mengantisipasi penurunan produksi beras akibat El Nino, Arief menuturkan pemerintah berencana menambah impor beras sebanyak satu juta ton beras. Stok tersebut sebagai pengisian cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog
"Untuk cadangan pangan kita pastikan di atas satu juta ton beras dan Bulog sudah punya. Nomor satu itu ada ketersediaan dulu, kalau harga tinggal kita sesuaikan," ucap Kepala Bapanas.
Arief kemudian tidak menepis adanya lonjakan harga bahan pangan seperti beras, cabai, dan jagung imbas fenomena El Nino yang menurunkan produksi gara-gara kekeringan.
Ia mengatakan pemerintah berupaya melakukan stabilisasi pasokan dan harga cabai rawit merah (CRM) yang mengalami kenaikan harga. Melalui situs panel harga.badan pangan.go.id, harga CRM tertinggi menembus Rp105.120 per kilogram (kg) di Kepulauan Bangka Belitung, sedangkan harga terendah CRM sebesar Rp50.980 per kg di Nusa Tenggara Timur.
"Iya memang soal itu (kenaikan harga pangan) antara suplai dan permintaan enggak bisa dibohongi. Sehingga, cabai itu kita akan mobilisasi stoknya. Kita fasilitasi distribusi dari sentra produksi," tutupnya.
(Z-9)
Hasil panen musim tanam (MT) lll Gabah Kering Giling (GKG) di Kabupaten Lamongan, pada musim ini mencapai 904,928 ton menjadikannya produksi tertingi di Jawa Timur.
Harga gabah kering panen (GKP) yang baru dipanen kini dijual di kisaran harga Rp 7.500 hingga Rp 7.700 per kilogram.
PT Pertamina Gas (Pertagas) menegaskan komitmennya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui program pertanian berkelanjutan Cita Sembada.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras konsumsi pada Agustus 2025 mencapai 3,24 juta ton.
Pemerintah memperkirakan produksi beras nasional hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, lebih tinggi dibanding total produksi sepanjang 2024 sebesar 30,62 juta ton.
Saat panen juga dilakukan uji coba penggunaan alat combine harvester bantuan dari Kementrian Pertanian.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Pantau Gambut mengatakan kondisi 2025 masih menunjukkan pola rawan karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved