Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji menegaskan belum ada rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Harga BBM dengan nilai oktan (RON) 90 itu masih dipatok Rp10.000 per liter. Padahal, harga keekonomian pertalite sebesar Rp12.000 per liter. Artinya, pemerintah masih menanggung Rp2.000 dari setiap liter BBM subsidi.
"Harga ekonominya (pertalite) masih lebih sekitar Rp2.000-an," ujar Tutuka di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (1/11).
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Menggoda Konsumen Pakai Bahan Bakar Bersubsidi
Berbeda dengan harga BBM subsidi yang stabil, harga BBM nonsubsidi yakni pertamax series selama dua bulan terakhir mengalami fluktuasi atau naik-turun. Hal ini, ungkap Tutuka, akibat dari harga minyak mentah dunia yang cenderung tidak stabil. Saat ini sejumlah badan usaha termasuk Pertamina telah menurunkan harga BBM nonsubsidi.
Menurut Dirjen Migas ESDM, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau OPEC Plus berperan menjaga pasokan minyak global, sehingga harga komoditas energi tidak terus menerus meroket di tengah amukan perang Hamas-Israel.
Baca juga: Target Subsidi Motor Listrik Dipastikan tak Tercapai, Ini Penyebabnya
"Saya kira ini kan harga BBM masih tidak stabil. Coba Anda lihat bahwa konflik Hamas-Israel semakin keras, tetapi harga minyak bisa turun. Artinya, ada peran dari Arab Saudi dan OPEC Plus yang mengurangi atau menambah suplai," terangnya.
Tutuka menegaskan Kementerian ESDM terus memonitor harga minyak dunia karena berdampak pada harga BBM nonsubsidi ke depannya. Untuk harga BBM Pertamina jenis pertamax series dan dex series telah resmi turun per 1 November 2023. (Ins/Z-7)
KRISIS energi di Sri Lanka kian genting setelah pemerintah setempat kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kedua kalinya dalam dua pekan terakhir akibat konflik timur tengah
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Beniyanto menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan belum ada rencana menaikkan harga BBM bersubdisi meskipun harga minyak dunia saat ini melambung
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level di atas US$100 per barel.
Pertamina perlu memperlancar pasokan BBM untuk Aceh. Paling penting adalah jenis bahan bakar bersubsidi guna memenuhi kebutuhan masyarakat kelas bawah.
Diduga kuat terjadi praktik pengisian BBM menggunakan jeriken dalam skala besar yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yakni tengah malam dan subuh.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
Anggota Komisi VI DPR Khilmi meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya seperti kasus Pertalite yang dicampur air di Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved