Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNJUNGAN kerja Presiden Joko Widodo ke Tiongkok untuk menghadiri Belt and Road International Cooperation ke-3 memimpin KTT pertama ASEAN-Gulf Cooperation Organization (GCC) diharapkan mampu menggali potensi foreign direct investment.
Serangkain pertemuan itu diharapkan memberikan manfaat strategis untuk mendatangkan investasi asing ke Indonesia.
Dalam konteks pemanfaatan investasi asing itu, Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Prof Ariawan Gunadi mengatakan Thailand merupakan role model yang baik bagi negara-negara ASEAN dalam memanfaatkan potensi foreign direct investment di negaranya.
"Hal ini terlihat dari realisasi investasi di Thailand pada tahun 2022 mencapai US$20 miliar atau naik 39 % dari tahun sebelumnya," ujar Prof Ariawan Gunadi di Jakarta, Rabu (18/10)
Lebih lanjut Ariawan mengatakan Indonesia dengan tingkat perekonomian yang lebih tinggi dari Thailand tidak boleh kalah dalam memaksimalkan potensi foreign direct investment. Mengingat keragaman dan jumlah sumber daya alam yang melimpah yang dimiliki menjadikan Indonesia sebagai salah satu surga investasi bagi investor asing.
"Pemerintah Indonesia harus terus berfokus pada hilirisasi sektor industri untuk komoditas-komoditas seperti nikel, tembaga, dan timah, sektor kesehatan, sektor ketahanan pangan, dan pembangunan IKN," lanjut Ariawan.
Menurut Guru Besar Universitas Tarumanegara ini, dengan mengintegrasikan sumber daya, teknologi, dan kemampuan industri dalam negeri, maka dapat Indonesia dapat memperluas lapangan pekerjaan dan memaksimalkan penggunaan investasi asing dengan lebih efisien agar menjadi negara yang semakin tangguh di kancah global.
Seperti diketahui Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping. Selain itu, Presiden Jokowi akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Cina, Li Qiang dan Ketua Parlemen Cina, Zhao Leji. Pertemuan ini dirancang untuk membahas berbagai isu prioritas yang memiliki dampak signifikan bagi hubungan antara Indonesia dan Cina.
Beberapa isu utama yang akan dibicarakan termasuk peningkatan ekspor produk Indonesia ke Cina, upaya untuk meningkatkan investasi Cina di Indonesia, dan bagaimana kedua negara dapat bekerja sama dalam mengembangkan ketahanan pangan, yang menjadi isu yang semakin penting di tengah dinamika global.
Dalam kunjungan ke China, Pemerintah Indonesia telah menyepakati dab melakukan penandatanganan 11 dokumen, dimana di dalamnya termasuk kerja sama yang total nilainya mencapai US$12,6 miliar, atau setara Rp197,9 triliun. Adapun kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat pengembangan industri baterai listrik, energi hijau, dan teknologi kesehatan.
Sementara dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Presiden Jokowi juga akan membahas sejumlah isu prioritas di antaranya terkait dengan masalah ekonomi dan investasi, penjaminan produk halal, energi, dan pembentukan dewan koordinasi tertinggi bersama dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Selain itu, Presiden Jokowi juga akan memimpin KTT ke-1 ASEAN-GCC (Gulf Cooperation Council) terlebih dahulu sebelum kembali ke Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2023. (RO/E-1)
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat berlangsung positif dan mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses negosiasi.
Wall Street Journal, mengutip sumber, melaporkan bahwa Pentagon dan Gedung Putih telah menyampaikan rancangan rencana dan skenario yang dibuat bersama terkait serangan AS ke Iran.
Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada besar ke kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun media sosial Truth Social.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved