Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSULTAN desain internasional, 10 Design, bagian dari Egis Group, menghadirkan visi untuk Distrik Barat Bintaro Jaya. Berlokasi di Bintaro Boulevard Tangerang Selatan, 15 kilometer dari pusat bisnis Jakarta, proyek ini akan menjadi gerbang barat menuju kota Bintaro Jaya sebagai pusat perekonomian baru di Jabodetabek. Lahan hijau seluas 36 hektare ditata ulang menjadi kawasan modern yang mendukung konsep gaya hidup berkelanjutan dan sehat serta terhubung dengan lingkungan yang asri.
Rencana induknya menerapkan konsep kota 15 menit untuk memastikan seluruh fasilitas dapat diakses dengan berjalan kaki sehingga penghuni maupun pengunjung menjelajah kota dan menikmati pemandangan serta menciptakan suasana kota yang lebih hidup dan berfokus kepada komunitas. Kawasan itu merupakan perpaduan dinamis antara hunian, bangunan komersial multifungsi, ritel, dan elemen rekreasi yang ditempatkan secara strategis agar mudah dijangkau dan peningkatan aksesibilitas serta mendefinisikan ulang konsep kehidupan perkotaan.
Principal of Master Planning, Peter Barrett, mengatakan bahwa ada kebutuhan yang semakin besar terhadap lingkungan perkotaan yang restoratif dan tangguh, sehingga orang-orang dapat terhubung dan terinspirasi. "Inilah visi yang ingin kami wujudkan untuk distrik barat Bintaro Jaya. Lingkungan berkelanjutan dan inklusif mengintegrasikan penggunaan lahan yang saling melengkapi dengan ruang hijau serbaguna nan luas untuk menciptakan komunitas yang berkesan, bersemangat, dan mandiri sebagai lokasi Anda dapat tinggal di dekat tempat bekerja dengan beragam pengalaman dan aktivitas yang selalu terhubung dengan alam," papar Peter dalam keterangan tertulis, Kamis (24/8/2023).
Baca juga: BUMN Jasa Marga Cetak Laba Bersih Rp1,15 Triliun di Semester I 2023
Pada jantung Distrik Barat Bintaro Jaya terdapat The Oval, ruang hijau yang dapat diakses oleh publik dengan hamparan rumput yang luas dan amfiteater lanskap multifungsi. Fungsinya sebagai tempat untuk menyatukan komunitas lokal melalui musik, seni, dan acara. Pengalaman komunitas yang beragam, kafe, restoran, ritel, taman air interaktif, dan karya seni publik menyatu dengan baik, yang akan membuat orang tertarik untuk berjalan-jalan. Jalur pejalan kaki yang ditinggikan dengan pemandangan 360 derajat menjadi penghubung menuju berbagai ruang fungsional, sekaligus menarik pengunjung ke The Oval.
Rencana induk menyajikan serangkaian konsep dengan ruang terbuka hijau, lapangan, dan kawasan taman yang saling terkait untuk membentuk jaringan ruang kota yang saling terhubung. Sungai dan anak sungai yang ada telah dilestarikan, ditata ulang, dan dikembangkan sehingga kesempatan berekreasi, seperti pengalaman bermain air dan jalur pejalan kaki di tepi sungai untuk jogging dan bersepeda, dapat terhubung dengan jalur sepeda Bintaro yang lebih luas.
Baca juga: Lalu Lintas Bandara Dubai Melonjak 50% Lampaui Tingkat Prapandemi
Konsep resiliensi diintegrasikan dalam rencana induk untuk membantu mengurangi dampak yang disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Ruang terbuka hijau, termasuk The Oval, dirancang sebagai bagian dari sistem dry pond untuk mengelola air hujan, banjir lokal, dan penyerapan air tanah. Pembangunan infrastruktur penunjang untuk Distrik Barat Bintaro Jaya Barat dimulai dari awal 2023. (Z-2)
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Backlog kepemilikan rumah mencapai 9,87 juta unit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan angka hingga 10,9 juta atau 15 juta unit,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved