Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI Amerika Serikat (AS) naik tipis pada Juli. Kenaikan ini untuk pertama kali dalam sekitar satu tahun. Hal tersebut menambah tekanan pada pembuat kebijakan AS karena mereka mempertimbangkan penaikan suku bunga lebih lanjut.
Indeks harga konsumen (the consumer price index/CPI), pengukur inflasi utama, naik 3,2% dari tahun lalu pada Juli. Ini sedikit naik dari laju 3% di Juni dan memecahkan rentetan angka pendinginan.
Angka terbaru tetap moderat dibandingkan dengan level tahun lalu, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dengan cepat untuk mengurangi permintaan dan mengendalikan inflasi. Kenaikan suku bunga acuan bulan lalu membawa ke level tertinggi sejak 2001.
Baca juga: Laba Kuartal II Saudi Aramco Anjlok 38%, Kenapa?
Namun dengan ekonomi terbesar di dunia itu menunjukkan tanda-tanda pendinginan, para pejabat mengatakan mereka akan tetap bergantung pada data ketika membuat keputusan suku bunga lebih lanjut. Mereka menapaki keseimbangan saat mencoba menurunkan inflasi tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi.
CPI tetap stabil di Juli berdasarkan bulan ke bulan, naik dengan kecepatan yang sama seperti Juni, menurut data Departemen Tenaga Kerja. "Indeks tempat penyumbang terbesar ini mencatat kenaikan semua jenis bulanan, menyumbang lebih dari 90% kenaikan, dengan indeks asuransi kendaraan bermotor juga berkontribusi," kata departemen itu. Jika tidak termasuk segmen makanan dan energi yang bergejolak, CPI inti naik 4,7% dari tahun lalu.
"Sementara inflasi masih jauh di atas target dan CPI meningkat di Juli, harga inti bergerak ke arah yang benar," kata Rubeela Farooqi, kepala ekonom AS di High Frequency Economics. Analis juga memperkirakan pembacaan CPI yang sedikit lebih tinggi, menurut MarketWatch.
Baca juga: Penciptaan Lapangan Kerja Amerika Serikat di Juli Lebih Rendah
Farooqi menambahkan bahwa angka Juli akan menjadi berita selamat datang bagi para pembuat kebijakan yang memiliki target jangka panjang sebesar dua persen. Namun, kecepatan saat ini masih mendukung penahanan kebijakan moneter pada sikap membatasi dalam beberapa waktu untuk membawa harga kembali turun.
Inflasi konsumen mencapai titik tertinggi 9,1% pada basis tahunan pada Juni 2022 dan telah mendingin sejak saat itu. Angka CPI, "Tidak menyiratkan misi tercapai untuk The Fed," tambah Ryan Sweet, kepala ekonom AS di Oxford Economics. "Tetap saja, kami memperkirakan Fed akan melewatkan penaikan suku bunga pada September dan November, ketika inflasi seharusnya melambat lebih jauh lagi."
Meskipun mengharapkan The Fed untuk menyelesaikan penaikan suku bunga, dia mengatakan bank sentral tidak mungkin menurunkan suku bunga sampai awal tahun depan. Ini untuk memastikan memenangkan pertempuran inflasi. (AFP/Z-2)
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% untuk stabilkan rupiah di tengah gejolak global. Rupiah Rp16.880 per dolar AS, BI nilai masih undervalued.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
Cek harga cabai di 5 pasar utama Batam (Tos 3000 hingga Penuin) per 18 Februari 2026. Harga rawit merah tembus Rp85.000/kg jelang Ramadan.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved