Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Berdasarkan hasil riset World Competitiveness Ranking 2023, Indonesia menempati peringkat daya saing ke-34 dari total 64 negara di dunia. Posisi Indonesia naik cukup signifikan dari sebelumnya di urutan ke-44 pada 2022.
Terkait pencapaian tersebut, Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggagas lima strategi prioritas untuk terus memperkuat daya saing Indonesia di kancah global di masa depan.
Pertama, mengawal reformasi pemerintahan secara persisten. Head of Consulting and Research LM FEB UI Bayuadi Wibowo mengungkapkan tata Kelola di dalam pemerintahan harus betul-betul dibenahi.
Baca juga: SDM Industri Harus Punya Produktivitas Tinggi
“Selain birokrasi, kita harus melihat ada indeks indikator yang masih lemah terutama terkait korupsi. Pada 2015, masih 88 dari 168 negara. Namun, di 2020 malah ada di atas 100. Itu menunjukkan kita mengalami kemunduran jadi tentunya kalau perbaikan reformasi birokrasi, good governance, tata kelola dari pemerintahan itu bisa ditingkatkan itu akan memperbaiki citra dan memberikan kepastian hukum,” ujar Bayuadi dalam acara National Media Briefing Indonesia Competitiveness Ranking 2023, yang dilaksanakan pada Rabu (2/8).
Kedua, peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama di luar Jawa. Ia mengatakan saat ini distribusi ekonomi nasional sekitar 58% ada di Jawa, dan 22% di Sumatera. Itu menjadi berbahaya dalam jangka panjang jika hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari Jawa dan Sumatera saja.
Baca juga: Daya Saing yang Tertinggal hingga Ketidakpastian Kebijakan Membuat Jepang Enggan Investasi
“Itu akan menimbulkan ketimpangan terutama untuk masyarakat di luar Jawa dan Sumatera,” tuturnya.
Ketiga, menyempurnakan infrastruktur dan penguasaan digital.
Keempat, berkomitmen dalam transisi energi. Bayuadi menuturkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia baru sekitar 12,3%. Padahal targetnya sekitar 23%. Kalau percepatan tidak dilakukan, itu akan membebani APBN.
Terakhir adalah mendukung pengembangan tenaga kerja berkompetensi tinggi. Indonesia memiliki peluang besar karena memiliki bonus demografi. Dengan jumlah masyarakat dengan usia produktif lebih besar, kegiatan ekonomi diharapkan bisa bergerak lebih kuat.
“Ini menjadi peluang dan masanya tidak lama, hanya sekitar 13 tahun. Tentunya tantangan ke depan adalah lepas dari middle income trap. Untuk lepas itu salah satunya dengan penguasaan teknologi dengan peningkatan pendidikan,” terangnya.
Kembali pada hasil riset World Competitiveness Ranking 2023, Managing Director LM FEB UI Willem Makaliwe menilai pencapaian tersebut cukup memuaskan karena terjadi di tengah masa pemulihan ekonomi pascapandemi dengan tantangan ketidakpastian global. Adapun di tingkat Asia Pasifik, Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara, di atas Jepang, India, dan Filipina.
Hasil penilaian World Competitiveness Ranking 2023 didasarkan pada analisis data kinerja perekonomian Indonesia sampai dengan 2022, termasuk penilaian para pelaku usaha terkait persepsi kondisi lingkungan bisnis yang dihadapi.
Metode penilaian daya saing didasarkan pada empat komponen yaitu kinerja perekonomian, efisiensi pemerintahan, efisiensi bisnis, dan infrastruktur. Kenaikan peringkat terlihat pada seluruh komponen yang dinilai. Komponen yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah kinerja perekonomian dan efisiensi bisnis. (RO/Z-11)
Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi UI untuk memperkuat perannya sebagai kampus unggul dan berdampak luas. “
Ke depan, UI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin baik, andal, dan responsif melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan.
Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT.
Tim UI menggunakan teknologi *Remotely Operated Vehicle* (ROV) atau drone bawah air untuk memetakan kondisi visual terumbu karang.
Sejak diaktifkan kembali pada 25 Februari 2012, IKA Notariat UI terus bertransformasi menjadi wadah komunikasi dan kontribusi bagi almamater serta masyarakat.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved