Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah persaingan ketat industri asuransi Indonesia, PT Asuransi Central Asia (ACA) terus mengutamakan sinergitas dan keefektifan serta efisiensi dalam memberikan pelayanan kepada para nasabah dan perkembangan pada bisnisnya.
Direktur Keuangan, Investasi dan TI Asuransi Central Asia (ACA) Indrawati Darmawan mengatakan, dalam lingkungan bisnis pastinya terdapat persaingan yang sangat ketat antar kompetitor.
Menurutnya, sejak berakhirnya masa Pandemi Covid-19, para kompetitor ACA banyak yang telah alami perubahan, baik yang mengalami kenaikan maupun penurunan.
Baca juga : Anies Baswedan Harap Ada Asuransi untuk Pelaku UMKM
"Dengan adanya sinergitas serta keefektifan kita dalam bisnis ini, tentunya membuat kita dapat bertahan hingga sekarang. Kemudian yang paling penting buat kita adalah karena branding kita juga cukup besar, lalu modal kita juga besar, sehingga kita cukup unggul untuk di pasar dan track record kita juga sudah bagus," kata Indrawati saat menerima kunjungan Board of Director (BOD) Media Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8).
Selain itu, dalam persaingan harga, Indrawati mengatakan, pihaknya juga tidak terlalu memfokuskan terkait harga maupun diskon yang diberikan oleh para kompetitor lainnya. ACA lebih mengutamakan pelayanan yang baik kepada para nasabah dalam proses bisnisnya.
Baca juga : Komit Bertransformasi ke Digital, Askrindo Sabet Penghargaan
"Kita utamakan pelayanan kita dan kekuatan kita, terutama dalam membayarkan klaim kepada para nasabah itu yang paling utama. Karena ini yang dibeli kan risiko bukan barang," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknik ACA Syarifuddin mengatakan, dengan sinergitas yang baik antara pemangku perusahaan dan kemampuan keuangan perusahaan yang semakin baik, tentunya membuat pasar dan para nasabah menaruh kepercayaan kepada ACA.
Bahkan, ia menyebut, hingga sekarang masih banyak perusahaan-perusahaan besar mempercayakan pengelolaan asuransi perusahaannya kepada ACA. Dalam sisi penilaian, ACA pun juga masih mendominasi dengan baik dalam sisi keuangan.
"Dengan sinergitas kita dalam pengembangan bisnis ini, Kita tentunya memiliki kelebihan yang cukup besar. Sehingga hal itu membangun kepercayaan para nasabah kepada kita. Kita juga akan berjuang terus untuk mengembangkan bisnis dengan para partner kita, di harapkan hal ini dapat memberikan kepuasan kepada para pelanggan kita," tuturnya.
Ke depannya, ia berharap, ACA dapat terus memiliki kinerja yang baik dan pastinya mengalami pertumbuhan. Pihaknya juga akan selalu fokus kepada pelayanan untuk para nasabahnya.
"Kita pastinya ingin terus tumbuh, kita juga ingin menjadi nomor satu. Tapi yang lebih utama adalah bagaimana perusahaan ini dapat memiliki value yang lebih baik ke depannya," ucapnya. (Z-5)
Menyambut akhir tahun 2025, bank bjb kembali menghadirkan program promosi spesial bertajuk bjb Boom SurePrize.
Kampanye #PlayMyWay dilakukan sepanjang 2025 dengan berbagai aktivitas yang merangkul berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman autentik.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
Bank Woori Saudara (BWS) perkuat inovasi digital dengan fitur cross-border cardless withdrawal dan mobile banking, meningkatkan layanan transaksi nasabah.
Dalam memberdayakan masyarakat inklusi, bank yang didirikan pada 2010 sebagai Unit Usaha Syariah BTPN ini juga membuka kesempatan kepada semua terlibat menjadi manfaat bagi semua umat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved