Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HILIRISASI nikel seharusnya bisa membangkitkan ekonomi lokal. Tapi kenyataannya, hilirisasi nikel sekarang ini disebut gagal, lantaran, penduduk miskin di daerah penghasil nikel itu malah meningkat.
Dari data yang ada, angka kemiskinan di Sulsel misalnya pada September 2022, ada 8,66%. Naik 0,04% pada Maret 2023 jadi 8,70%.
Menanggapi hal itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Prof Hamid Paddu menjelaskan jika hal itu memang amat mungkin terjadi, meski dampak pertumbuhan ekonomi bagus bagi daerah, tapi kemiskinan tetap ada.
Baca juga : 5 Juta Ore Nikel Dikirim ke Tiongkok, KPK Curiga Masalahnya Di Indonesia
Alasannya, karena tempat atau daerah penghasil nikel itu berhasil meningkatkan ekonomi lokal, lantaran keterkaitan nikel itu dengan ekonomi skala menengah ke bawah tidak ada. Perdagangan nikel, tidak berpengaruh ke bawah.
"Kecuali, di sentra-sentra penghasil nikel itu, muncul tambahan hotel, tenaga kerja, kemudian akomodasi, transportasi dengan memanfaatkan orang lokal. Tapi itu juga tidak bisa secara langsung. Terlebih dalam pengertian pasar, dan kegiatan-kegiatan unit usaha, masyarakat sekitar tambang tidak tersentuh," urai Hamid Paddu.
Baca juga : Menelikung Hilirisasi Nikel
"Harusnya, jika ada industri yang dibangun, industri apa pun itu, yang menggunakan bahan nikel misalnya diubah menjadi apa. Ketika industri itu dibangun, maka industri itu harusnya bisa membangun usaha-usaha yang terkait," sambungnya.
Dia mencontohkan, bisa hadir berbagai usaha seperti transportasi, restoran, atau makanan bagi pekerja yang bisa memberdayakan masyarakat lokal.
"Kalau tambang, hanya itu saja, yang bisa menyentuh ekonomi lokal. Seperti tenaga kerja, yang sudah disiapkan semuanya, kamar dan makanan, sehingga tidak berkaitan dengan daerah langsung. Terlebih jika tenaga kerja dari luar, setelah dapat uang, cuti, mereka pulang ke daerah masing-masing, uang yang mereka hasilkan, tidak dibelanjakan di tempat kerjanya, tapi dikonsumsi di daerah masing-masing," urai Hamid.
Guru besar ilmu keuangan negara dan ekonomi publik itu juga menggarisbawahi, situasi di berbagai daerah masih ada ketidakpastian berinvestasi, maka tentu tidak akan berjalan hilirisasinya.
"Karena jika di daerah tambang itu, pasti lokasinya hanya digali, digali dan digali, tidak mungkin ada mal, yang jadi tempat uang berputar," tukas Hamid Paddu.
Meski pun, dia mengakui, bahwa kebijakan hilirisasi dari segi kebijakan adalah sebuah strategi untuk pengembangan Indonesia melalui industri, karena memang komoditasnya melimpah, dan hilirisasi sebagai bentuk atau cara menjaga sumber daya yang ada.
Hanya saja lanjutnya, harusnya ada industri lanjutan yang menggunakan sumber daya yang ada tadi, agar supaya meningkatkan perekonomian. Karena hilirisasi tidak hanya sampai pada membangun smelter saja, tapi melahirkan barang baru. Ada industri ikutan yang lahir untuk jangka menengah dan panjang.
"Tapi yang pasti, semua butuh waktu dan proses, yang cukup panjang. Kemudian butuh infrastruktur. Di setiap daerah, baik aksesibilitas, harus juga ada peraturan yang mendorong proses hilirisasi dengan baik. Undang-undang atau peraturannya harus diperbaiki," pungkas Hamid Paddu. (Z-4)
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu masuknya dana asing ke sektor nikel dan tambang logam Indonesia.
Harga nikel dunia di LME melonjak tajam menembus US$17.900 per ton pada Selasa (6/1). Rencana Indonesia memangkas kuota produksi 2026 jadi pemicu utama.
PT Mitra Murni Perkasa (MMP) dan Mitsui & Co Ltd resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal menjalin kolaborasi strategis dalam pemasaran high grade nikel matte.
Pertambangan nikel yang telah operasional selama 2,5 tahun dan banyak membawa manfaat dalam mensejahterakan masyarakat Suku Kawei.
Serangkaian temuan penting terkait praktik pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara menjadi sorotan utama.
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
HIMPUNAN Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan apresiasi dan menyambut baik arahan Presiden Republik Indonesia kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi.
Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima pasar internasional.
Ketahanan energi dan hilirisasi sebagai pilar strategis transformasi ekonomi nasional.
Rantai hilirisasi ini tentunya tidak hanya berhenti di Pertamina, namun juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas pada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved