Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di berbagai sektor telah menimbulkan kekhawatiran bahwa teknologi itu dapat menggantikan seluruh sektor tenaga kerja melalui otomatisasi.
Dalam laporannya baru-baru ini, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengingatkan negara-negara terkaya di dunia segera bersiap menghadapi dampak revolusi kecerdasan buatan ini.
Dalam Prospek Ketenagakerjaan 2023, OECD mengatakan, sejauh ini hanya ada sedikit bukti dampak negatif yang signifikan terhadap ketenagakerjaan dari AI.
"Sementara adopsi AI masih relatif rendah, kemajuan pesat, penurunan biaya, dan meningkatnya ketersediaan pekerja dengan keterampilan AI, menunjukkan bahwa ekonomi negara-negara OECD mungkin berada di ambang revolusi AI," kata laporan itu, seperti dikutip AFP, Rabu (12/7).
“Walaupun ada banyak manfaat potensial dari AI, ada juga risiko signifikan yang perlu segera ditangani,” kata laporan itu lagi.
Organisasi internasional dan berpengaruh ini memiliki 38 negara anggota mulai dari Australia hingga Inggris, Kanada, Jerman, Jepang, Meksiko, dan Amerika Serikat.
OECD mengatakan penting untuk mengumpulkan data yang lebih baik tentang serapan dan penggunaan AI di tempat kerja, termasuk pekerjaan mana yang akan berubah, dibuat atau dihilangkan, dan bagaimana kebutuhan keterampilan manusia bergeser.
“Penggunaan AI umumnya terkonsentrasi di perusahaan besar yang masih bereksperimen dengan teknologi baru, dan banyak yang tampaknya enggan mengganti staf,” tulis Stefano Scarpetta, direktur OECD untuk urusan ketenagakerjaan dan sosial, dalam sebuah tanjuk rencana,
“Namun, juga jelas bahwa potensi substitusi tetap signifikan, menimbulkan kekhawatiran akan penurunan upah dan kehilangan pekerjaan.”
OECD mengatakan AI memiliki potensi untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja dengan mengurangi tugas yang membosankan atau berbahaya dan menghasilkan upah yang lebih tinggi bagi pekerja yang keterampilannya melengkapi teknologi.
Tapi itu juga bisa meninggalkan pekerja dengan lingkungan kerja yang bergerak lebih tinggi dan mengurangi upah bagi mereka. "Mereka akan terjepit dalam pembagian tugas yang berkurang karena otomatisasi,” sebut laporan itu. (M-3)
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved