Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, mengatakan negara tetap akan membayar utang pada pengusaha tol Jusuf Hamka. Seperti diberitakan, Jusuf Hamkan menyebut pemerintah mempunyai utang pada dirinya sebesar Rp800 miliar.
Ditanya soal utang tersebut, Mahfud mengaku belum bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk membahas kembali kewajiban negara tersebut. Namun, ia memastikan negara tak akan berpangku tangan dan akan menyelesaikan masalah tersebut.
“Jusuf Hamka laporannya kepada saya kira-kira baru dua minggu yang lalu. Kita sudah berbicara dan akan menyelesaikannya karena ini masalah negara dan harus diselesaikan tidak boleh negara memburu-buru orang yang punya utang pada negara tapi kewajiban negara terhadap rakyat diambangkan terus, di-review terus selama bertahun-tahun. Tidak boleh,” ujar Mahfud di Jawa Tengah seperti dikutip dari video Kemenkopolhukam, Jumat (30/6).
Baca juga: Jusuf Hamka Tagih Utang Rp800 Miliar, Menkeu: Kita Pelajari
Mahfud beralasan belum sempat bertemu dengan Sri Mulyani guna membahas masalah itu karena keduanya sama-sama harus melakukan tugas kunjungan ke berbagai wilayah. Ia menjelaskan persoalan utang-piutang dengan Jusuf Hamka merupakan hukum keperdataan. Penyelesaiannya, ujar dia, tidak perlu terburu-buru berbeda dengan persoalan hukum pidana yang harus segera ditindak.
“Saya sampai hari ini belum ketemu ibu Menteri Keuangan sejak ketemu Jusuf Hamka, karena begitu laporan bu Sri Mulyani ke luar negeri, ke London, ke Paris dan sebagainya dan saya kunjungan kerja ke berbagai daerah,” ungkap Mahfud.
Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Kembali Alami Penurunan
Pemerintah, ujar dia, masih mencari waktu yang tepat untuk kembali membahas utang itu secara jernih. Seperti dilaporkan, utang pemerintah kepada Jusuf Hamka bermula dari deposito PT CMNP sebesar Rp78 miliar di Bank Yakin Makmur atau Bank Yama yang dilikuidasi oleh pemerintah sejak krisis moneter 1998.
Jusuf Hamka mengaku belum mendapatkan uang depositonya. Namun, pemerintah beralasan CMNP terafiliasi dengan pemilik Bank Yama, yakni anak dari Presiden Kedua RI Siti Hardijanti Hastuti Soeharto atau Tutut Soeharto.
Jusuf kemudian menggugat pemerintah ke pengadilan pada 2012 dan memenangkan gugatan tersebut. Namun, hingga kini Jusuf belum mendapat kejelasan pembayaran utang itu. Menkeu menyebut bahwa pemerintah perlu kehati-hatian dalam membayar utang tersebut.
“Karena ini hubungan keperdataan, utang-piutang selesaikannya tidak perlu buru-buru kita cari waktu yang tepat untuk berbicara secara jenis beda dengan hukum pidana, harus segera ditindak,” ucap Mahfud.
(Z-9)
Polisi menangkap pelaku yang diduga sebagai pembuat dan penyebar video deepfake yang menyerang kehormatan pengusaha Mohamad Jusuf Hamka dan putrinya, Fitria Yusuf
Jusuf Hamka mengaku hanya ingin menjadi warga biasa dan membantu pemerintah
Pengusaha Jusuf Hamka atau Babah Alun mengundurkan diri dari Partai Golkar. Tak hanya itu, Babah Alun juga mundur dari pencalonan sebagai calon wakil gubernur Jakarta maupun Jawa Barat.
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut Jusuf Hamka berpotensi gagal maju sebagai calon gubernur Jakarta. Dia mengungkapkan kemungkinan itu usai berkomunikasi dengan Jusuf Hamka.
Jusuf Hamka punya popularitas yang tinggi, lalu aksesibilitas juga sangat oke karena bisa diterima oleh warga Jakarta.
BAKAL calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diramal menghadapi lawan tangguh di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta.
Pelebaran defisit anggaran dalam revisi RAPBN 2026 berkonsekuensi pada penambahan utang yang signifikan.
Postur APBN tiap tahun terus tertekan karena dibebani utang jatuh tempo dalam jumlah besar.
Proyeksi hingga akhir tahun menunjukkan kebutuhan pembiayaan melalui utang mencapai Rp245 triliun–300 triliun, sehingga total utang pemerintah berpotensi menembus Rp9.400 triliun.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp599.440 miliar untuk pembayaran bunga utang 2026
UTANG pemerintah makin mencemaskan. Pada awal 2025 ini, total utang pemerintah pusat membengkak menjadi Rp8.909,14 triliun. Angka itu setara dengan 40,2% produk domestik bruto (PDB).
Utang negara adalah alat yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan dan merangsang perekonomian, tetapi juga membawa risiko jika dikelola dengan buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved