Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut, Kemenhub, Arif Toha, me-launching semboyan PROMISE (profesional, melayani, inisiatif dan efisien) yang akan menjadi budaya kerja baru bagi seluruh pegawai di lingkungan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkappel).
Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan peningkatan persatuan dan kesatuan pegawai dalam rangka memperkuat kolaborasi dan semangat kerja yang lebih baik.
Dalam acara grand launching PROMISE, Dirjen Arif menekankan pentingnya semangat profesional, melayani, inisiatif, dan efisien sebagai pilar utama dalam membangun lingkungan kerja yang segar dan kondusif.
Baca juga: Tips Mudik Aman dan Lancar dengan Kapal Laut ala Pakar Maritim
"Melalui semboyan PROMISE, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkappel) berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dan negara," ujarnya.
Peluncuran PROMISE
Peluncuran PROMISE ini menjadi tonggak penting dalam upaya Ditkappel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi, dan kinerja dalam mendukung sektor perhubungan laut.
Semangat PROMISE akan membimbing setiap pegawai dalam menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Ciptakan Lingkungan Kerja Lebih Baik
Dengan semangat PROMISE, Dirjen Arif berharap para pegawai dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik, di mana setiap pegawai dapat melaksanakan tugas dan fungsi sehari-hari dengan semangat yang tinggi.
Baca juga: Induk Koperasi TKBM Berkomitmen Tingkatkan Kualitas SDM Tenaga Pelabuhan
"Saya berharap dapat membangun kerja sama yang erat dengan mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal bangsa kita, yaitu saling asah, saling asih, dan saling asuh. Dengan ini, Saya yakin dapat meningkatkan integritas kinerja dan mematuhi aturan serta perundang-undangan yang berlaku," ujar Dirjen Arif.
Lebih lanjut, Dirjen Arif menyoroti pentingnya sinergi antara semboyan PROMISE dan semboyan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang lain, yaitu "pelayanan, integritas, dan keselamatan".
Baca juga: Ditjen Hubla Tingkatkan Kompetensi SDM Kehumasan dengan Bimtek
Dengan menggabungkan nilai-nilai ini, diharapkan tercipta budaya kerja yang holistik, menjunjung tinggi pelayanan prima, integritas yang tak tergoyahkan, serta keselamatan demi mewujudkan visi zero accident kecelakaan transportasi.
"Semoga semboyan PROMISE ini akan menjadi semangat yang mendorong semua pegawai Direktorat Perkapalan dan Kepelautan untuk meraih keunggulan dalam pelayanan dan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat dan negara," tutup Dirjen Arif. (RO/S-4)
Feri KMP Lompa mengangkut penumpang tujuan Saketa saat meninggalkan Pelabuhan Penyeberangan Sayoang, Pulau Bacan.
Ini bukti pemerintah kota menghadirkan solusi nyata bagi warga di pulau-pulau terluar, terisolasi hingga wilayah perbatasan.
PT ASDP Indonesia Ferry berhasil mencatatkan kinerja solid sepanjang Semester I-2025 di tengah dinamika pasar transportasi nasional.
Kami mendorong seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi, terutama yang berkaitan dengan angkutan laut, untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem yang ada saat ini.
Kementerian Perhubungan diminta untuk mendata semua kapal-kapal yang menjadi fasilitas tempat destinasi pantai yang disesuaikan dengan standardisasi regulasi yang berlaku.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas distribusi logistik nasional. Komitmen itu dituangkan melalui edukasi aplikasi Sitolaut.
RATUSAN jaket pelampung disediakan oleh Pelindo selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu untuk menjamin keselamatan penumpang kapal laut.
Dua aset itu diserahkan dengan status hibah barang milik negara. Penyerahan kapal laut ini juga dibantu oleh Kejaksaan Negeri Bitung.
Masyarakat Jabodetabek cenderung memilih transportasi umum saat mudik. Sementara masyarakat di luar Jabodetabek lebih memilih kendaraan pribadi.
Tercatat jumlah penumpang kapal melewati pelabuhan Trisakti Banjarmasin, selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 periode 21 Maret-11 April sebanyak 26.717 orang.
Fenomena ini juga berdampak pada peningkatan penumpang kapal laut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memprediksi lonjakan 15% dibanding tahun sebelumnya,
Data PELNI mencatat, pada periode H-15 hingga H-9 Lebaran 2024, jumlah penumpang mencapai 106.234 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved