Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
USAHA rintisan yang bergerak di bidang pemasaran dan agregator rantai pasok perikanan terintegrasi, Aruna mengadakan buyer gathering yang bertemakan “Discover the Finest Indonesian Seafood”.
Buyer gathering dihadiri oleh mitra Aruna yang terdiri dari pelaku industri seperti industri food service, modern trade, dan e-commerce. Adapun, berbagai produk seafood yang ditampilkan di agenda ini adalah salmon, gurame, udang, tongkol, dan pasteurisasi rajungan.
Pada kesempatan ini, Aruna juga melakukan kegiatan menarik berupa promo dan lelang produk Seafood by Aruna yang diperuntukkan khusus bagi buyer yang hadir.
Ajang itu digunakan Aruna untuk memperkenalkan varian komoditas perikanan yang telah diproduksi secara berkualitas dan memenuhi standar Good Manufacturing Product (GMP) melalui kegiatan ini. Hal ini membuat Aruna dikenal dengan produknya yang berkualitas ekspor.
Dengan kapabilitas tersebut, Aruna juga ingin menyediakan produk perikanan kualitas ekspor bagi masyarakat Indonesia.
Buyer gathering bertemakan "Discover the Finest Indonesian Seafood” tak hanya dapat mengangkat kembali potensi laut Indonesia yang begitu kaya, tetapi juga nelayan-nelayan lokal di mata pasar domestik.
Baca juga : Saham Teknologi Pimpin Penguatan IHSG
Melalui ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan teknologi yang Aruna kembangkan, Aruna ingin menjadikan laut sebagai sumber penghidupan yang lebih baik bagi semua, terutama nelayan dan masyarakat pesisir. Sejauh ini, sudah ada 40.000 nelayan yangAruna berdayakan.
Vice President Sales Aruna Djong Niti Sastro mengatakan, pihaknya ingin menggaukan gerakan #RevolusiProtein melalui konsumsi seafood secara reguler. Seafood by Aruna merupakan produk seafood segar, sehat, dan berkualitas yang berasal langsung dari nelayan lokal di seluruh wilayah Indonesia dan ditangkap dengan prosedur yang ramah lingkungan.
"Mulai dari tuna loin, udang kupas, tenggiri steak, hingga rajungan yang di-pasteurized. Tentu akan lebih berdampak apabila perusahaan yang memproduksi seafood tersebut juga telah memiliki kredibilitas pertanggungjawaban yang unggul, baik secara lingkungan maupun community development," katanya.
Selfia sebagai salah satu buyer dari Autogrill Indonesia, mengungkapkan, kualitas produk Aruna dapat diacungkan jempol. Setelah mengikuti agenda buyer gathering ini, ia mengaku jadi mengerti ternyata rantai pasok yang semula panjang, bisa diperpendek Aruna agar lebih efektif dan efisien dari nelayan, langsung ke konsumen, baik konsumen in bulk dan retailer.
"Bisa dilihat bahwa Aruna berupaya untuk mempraktikkan fokus KKP saat ini, yakni hilirisasi industri perikanan, tanpa menyingkirkan nelayan-nelayan berskala kecil. Inilah yang kita sebut sebagai inklusi ekonomi," pungkasnya. (RO/OL-7)
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved