Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog siap memanfaatkan berbagai jaringan untuk menyalurkan beras ke masyarakat. Langkah itu bertujuan agar ketersediaan dan stabilitas harga beras di Tanah Air dapat terwujud.
"Kami membuka seluruh jaringan baik melalui pedagang eceran, pasar murah kerja sama dengan pemerintah daerah dan melalui mitra distributor," jelas Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mohkamad Suyamto saat dihubungi, Minggu (29/1).
Mitra distributor berkewajiban menyalurkan beras melalui jaringan pengecer (downline) dengan harga maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Penyaluran tersebut juga diawasi oleh Satuan Tugas Pangan, Badan Pangan Nasional dan pemda setempat.
Baca juga: Bulog Gelontorkan Beras tapi Harga Beras di Kupang Masih Tinggi
Adapun Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Kelembagaan Bulog Tomi Wijaya megungkapkan bahwa perseroan menggunakan seluruh instrumen dalam penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar.
"Itu dilakukan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (outlet binaan Bulog), pedagang dan distributor," kata Tomi.
Menurut dia, masa panen raya yang belum tiba menyebabkan ketersediaan beras kurang melimpah. Hal itu menjadi faktor utama lonjakan harga beras di tengah masyarakat.
Baca juga: Pemprov Jabar Jamin Ketersediaan Beras
"Harga beras dalam kondisi belum panen raya, sehingga ketersediaan barang tidak banyak. Memang tidak bisa seperti saat kondisi panen raya," imbuhnya.
Namun, harga di tingkat konsumen saat ini berpotensi lebih tinggi, jika tidak ada upaya stabilisasi harga dari Bulog. Oleh karena itu, lanjut Tomi, penyaluran beras oleh perusahaan terbilang berhasil meredam lonjakan harga beras.
Hingga saat ini, stok beras di sejumlah gudang Bulog berkisar 632 ribu ton. Jumlah itu sangat mencukupi untuk kebutuhan intervensi perusahaan melalui SPHP atau operasi pasar.(OL-11)
JELANG Ramadan harga cabai merah, telur, beras, daging ayam, sayuran di sejumlah pasar tradisional merangkak naik hingga banyak para pembeli mengeluh.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
komoditas yang kini menjadi perhatian utama adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram atau mengalami penyesuaian kecil sekitar 0,55 persen.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok pangan aman menjelang Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memberikan harapan membuncah bagi masyarakat terkait stok bahan pangan melimpah sampai Lebaran 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebanyak 22 ton beras Bulog yang tersimpan di shelter Posko Bencana Lanud Iskandar Muda. Beras itu disiapkan untuk dibawa ke Takengon, Aceh Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved