Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Deputi Bidang Koordinator Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, Indonesia saat ini tengah melakukan eksplorasi potensi ekspor ke pasar Afrika Timur setelah pihaknya baru-baru ini melakukan kunjungan ke sana.
"Kita baru landing dari Afrika yaitu dari Kenya, Kongo dan Zimbabwe. Kita sedang mengeksplor pasar di sana karena rupanya Kenya ekonominya cukup berkembang," ungkapnya dalam acara BRI Microfinance Outlook 2023, Kamis (26/1).
Lebih lanjut, Septian menambahkan bahwa Kenya, Kongo dan Zimbabwe tergabung dalam East Africa Community atau merupakan pasar bebas di negara Afrika Timur. Menurutnya ini menjadi potensi yang baik bagi Indonesia untuk dapat menjadikan negara tersebut sebagai tujuan ekspor.
"Ini menjadi potensi menjadikan Kenya dan lainnya sebagai hub ekspor kita ke depan," tegas Septian.
Dia menjelaskan, saat ini negara tujuan ekspor yang berkontribusi besar terhadap Indonesia masih diduduki oleh Tiongkok. Menurutnya ekspor Indonesia ke Tiongkok sendiri sudah mencapai US$60 miliar.
Angka tersebut terlampau jauh dari negara kedua tujuan ekspor Indonesia yakni Amerika Serikat yang hanya tercatat mencapai US$27-28 miliar.
"Jadi reopening Tiongkok saya rasa akan berdampak positif pada perekonomian dunia dan Indonesia," ujarnya.
Septian menegaskan bahwa reopening Tiongkok juga akan berdampak positif kepada pariwisata Indonesia. Pasalnya, selama pandemi covid-19 tabungan yang menumpuk di Tiongkok mencapai US$1,9 triliun.
"Jadi dengan reopening dan konsumi yg digunakan para warga Tiongkok terutama ke luar negeri untuk berwisata akan berdampak signifikan terutama ke Indonesia karena kemarin di Bali kita lihat sudah mulai banyak turis berdatangan," pungkas Septian. (OL-12)
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved