Kamis 26 Januari 2023, 08:35 WIB

Riset INDEF: Hyperlocal Tokopedia Berkontribusi dalam Pertumbuhan Ekonomi

Ardi T Hardi | Ekonomi
Riset INDEF: Hyperlocal Tokopedia Berkontribusi dalam Pertumbuhan Ekonomi

MI/Ardi T Hardi
Paparan hasil riset INDEF, Inisiatif Hyperlocal: Kontribusi Tokopedia untuk Geliat UMKM Nasional di Yogyakarta, Rabu (25/1).

 

RISET Institut for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Tokopedia menunjukkan peningkatan persentase pertumbuhan ekonomi yang positif di beberapa kota dengan inisiatif Hyperlocal Tokopedia.

"Inisiatif Hyperlocal turut berkontribusi menjaga pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19," ucap peneliti Indef, Nailul Huda dalam paparan untuk media, Inisiatif Hyperlocal: Kontribusi Tokopedia untuk Geliat UMKM Nasional di Yogyakarta, Rabu (25/1).

Nailul Huda menyebut, Kota Yogyakarta termasuk dalam tiga kota dengan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tertinggi dari 2020-2021. Pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta 5,09%, Semarang 5,16%, dan Surabaya 4,29%.

Rata-rata persentase pertumbuhan ekonomi di kota dengan Hyperlocal mencapai 2,78%, sedangkan kota tanpa hyperlocal hanya 1,26%.

Ia juga menyebut, Hyperlocal juga memiliki andil dalam menahan laju peningkatan pengangguran. "Pandemi Covid-19 membuat tingkat pengangguran meningkat di berbagai kota/kabupaten di Indonesia, baik yang mendapat Hyperlocal maupun tidak. Namun, keberadaan Inisiatif Hyperlocal mampu menahan terjadinya peningkatan laju pengangguran," kata dia.

Laju tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kota dengan inisiatif Hyperlocal lebih lambat dibandingkan dengan kota tanpa Hyperlocal. Jika pengaruh Covid-19 berpengaruh terhadap 3,87 TPT, namun keberadaan Hyperlocal bisa berpengaruh atau menahan laju TPT  (-0,67)

"Hadirnya inisiatif Hyperlocal dari Tokopedia di tengah pandemi Covid-19 pada 2020 membuat kota-kota dengan program Hyperlocal memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah, sebesar 0,14% dibanding kota-kota tanpa program Hyperlocal," kata dia.

Ia pun menyebut empat faktor pendongkrak tingkat kemiskinan menurun di kota-kota dengan Hyperlocal, yaitu peningkatan omzet, peningkatan jumlah penjual, peningkatan angka penjualan, dan peningkatan jumlah pembeli.

Berdasarkan hasil riset INDEF, indeks penjualan di kota dengan inisiatif Hyperlocal Tokopedia meningkat 147% pada 2020-2021 dibandingkan 2017-2019.

"Rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal lebih besar 5x lipat pada 2017-2021. Sedangkan indeks omzet penjualan di kota dengan Hyperlocal meningkat 67% pada periode 2020-2021 dibandingkan 2017-2019. Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung menjadi tiga kota dengan Hyperlocal Tokopedia yang memiliki indeks penjualan dan indeks omzet penjualan paling tinggi," jelas Nailul Huda.

Sementara Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah Tokopedia, Emmiryzan mengatakan, Hyperlocal adalah inisiatif Tokopedia untuk mendekatkan penjual dan pembeli untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Tokopedia menerapkan teknologi yang memungkinkan pembeli bertransaksi dengan penjual setempat.

Hyperlocal telah hadir di 14 kota dan 10 pasar tradisional telah bergabung. Keuntungan Hyperlocal bagi penjual adalah pemerataan kesempatan, penjualan lebih maksimal, dan operasional bisnis lebih efisien, sedangkan bagi pembeli adalah ongkos kirim lebih murah dan pesanan diterima lebih cepat.

"Kami (Tokopedia) lahir di Indonesia dan membantu UMKM lokal tumbuh berkembang bersama kami," kata dia. Pria yang akrab disapa Emir ini pun berharap, UMKM di Jogja dapat menjadi tuan rumah di Jogja dan supplier di luar Jogja.

Ia menambahkan, potensi UMKM di Indonesia sangat besar, tidak hanya di kota besar tetapi juga di daerah. Setidaknya ada puluhan juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM telah berkontribusi Rp8.547 triliun terhadap PDB Indonesia. Kontribusi UMKM lokal terhadap PDB pun tercatat meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 60,3% pada 2019. Pemerintah di sisi lain menargetkan pertumbuhan wirausaha di Indonesia sebesar 4% pada 2024.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono menambahkan, kolaborasi Pemkot Yogyakarta dengan Tokopedia menjadikan UMKM di Kota Yogyakarta menjadi UMKM yang andal dan memiliki daya saing. Dengan sifatnya yang digital, produk UMKM di Kota Yogyakarta bisa dipasarkan hingga ke daerah-daerah lain di luar Kota Yogyakarta hingga
luar pulau Jawa.

"Kolaborasi ini bisa memberi manfaat maksimal bagi UMKM dengan mendigitalisasi produk-produk UMKM, termasuk di Pasar Beringharjo," kata dia. Kini pelaku UMKM pun lebih mampu dalam mengemas dan memfoto produk yang menarik.

"Harapan kami pasar tradisional semakin menarik bagi generasi muda. Pasar juga dapat manfaat optimal dari kemajuan teknologi," tutup dia. (OL-13)

Baca Juga

Dok.IFG Life

90,26% Polis Eks Jiwasraya Telah Dialihkan ke IFG Life

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 03 Februari 2023, 20:37 WIB
Sebanyak 90,26% atau 157.312 polis restrukturisasi dari asuransi PT Jiwasraya telah dialihkan kepada IFG Life. Selain itu, IFG Life telah...
MI/RAMDANI

Indonesia Masih Hadapi Masalah Kemiskinan dan Pengangguran

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Jumat 03 Februari 2023, 19:53 WIB
Di tengah ekonomi yang diproyeksikan bertumbuh di atas 5% pada 2022, Indonesia ternyata masih menghadapi masalah kemiskinan dan...
Antara

Harga Gas Industri tak Naik Tahun Ini

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 Februari 2023, 19:28 WIB
Menurut Tutuka, jika harga gas industri naik di atas US$6 per MMBTU, akan membuat usaha dunia industri semakin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya