Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Investasi/Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, salah satu sebab minimnya dana hasil ekspor (DHE) kembali ke Indonesia karena perbankan yang ada di Tanah Air cukup ketat dan kaku dalam mendukung keberlangsungan industri.
"Perdebatannya adalah kita mau DHE kita tinggi, tapi perbankan kita tidak mau membiayai secara maksimal terhadap industri," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/1).
Salah satu contoh nyata, kata Bahlil, ialah minimnya dukungan perbankan pada industri di Indonesia untuk melakukan hilirisasi. Hal itu pula yang menjelaskan kenapa investasi di sektor penghiliran didominasi oleh pihak asing.
Sebab, investor asing memperoleh dana dari bank asing yang biaya dananya murah dan kompetitif. "Dari bank asing itu equity-nya 10%, dan bunganya kecil," kata Bahlil.
"Bank yang ada di Indonesia, mau membiayai hilirisasi itu susahnya minta ampun. Bahkan equity-nya harus minimal 30% sampai 40%, dari mana uang sebanyak itu? Bunganya besar pula," tambahnya.
Bahlil juga mengatakan, aturan yang dimiliki oleh bank yang ada di Indonesia dinilai tidak sejalan dengan upaya pelaku usaha mendorong pertumbuhan bisnis. Pasalnya, sejumlah bank mewajibkan penempatan dana dalam periode tertentu ketika pebisnis mendapatkan hasil ekspor.
Padahal bisa jadi dana itu dibutuhkan untuk membayar biaya lain atau bahkan kebutuhan ekspansi bisnis. Selain itu, lembaga jasa keuangan di Indonesia juga disebut lebih gemar menyalurkan pinjaman untuk konsumsi, alih-alih mendorong produktivitas industri.
"Ya bank-bank yang ada di Republik ini harus membiayai, dan itu kan 5-6 tahun break event poin, dari pada dia standby loan untuk konsumsi," pungkas Bahlil.
Sebelumnya diketahui pemerintah bakal merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam. Perubahan dilakukan untuk menarik DHE parkir di Indonesia.
Revisi aturan itu salah satunya untuk memperluas cakupan sektor yang wajib menempatkan DHE di Indonesia. Manufaktur menjadi sektor baru yang dibidik oleh pemerintah setelah sektor lainnya seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan yang lebih dulu diwajibkan untuk menempatkan DHE di Indonesia dalam PP 1/2019.
Selain menambah sektor usaha yang wajib memarkir DHE, pemerintah juga akan meninjau lebih jauh terkait besaran jumlah yang harus masuk ke cadangan devisa. (OL-8)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Rasa fear of missing out (FOMO), keinginan mengikuti tren, serta kecenderungan meniru gaya hidup orang lain menjadi pendorong utama masyarakat mengakses pinjaman instan.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Perilaku seperti belanja berlebih, mengambil pinjaman, atau menghamburkan uang dijadikan sebagai cara tidak langsung mengurangi stres, kesepian, atau rasa tidak berdaya.
Ketua DPRD Klungkung mengingatkan bahwa persetujuan anggaran tersebut, khususnya terkait skema pinjaman daerah, harus disertai dengan catatan pengawasan yang serius.
TIONGKOK mengalihkan fokus pendanaan globalnya, dengan lebih dari tiga perempat kredit atau utang ke negara-negara barat berpendapatan menengah atas dan tinggi misalnya Amerika Serikat.
AMERIKA Serikat (AS) tercatat sebagai negara dengan jumlah pinjaman terbesar dari Tiongkok dalam dua dekade terakhir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved