Selasa 03 Januari 2023, 19:31 WIB

Dana Rp41 Triliun Investasi Swasta Resmi Masuk ke IKN

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Dana Rp41 Triliun Investasi Swasta Resmi Masuk ke IKN

Dok.Ist
Maket dari proyek IKN

 

Tiga investor segera membangun hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Hankam di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN Nusantara). 

Ketiga investor tersebut adalah PT. Summarecon Agung Tbk (Summarecon), PT. Risjadson Brunsfield Nusantara – CCFG Corp (Konsorsium Nusantara) , dan Korea Land and Housing Corporation (KLHC).

Kepala Otorita IKN Nusantara (OIKN), Bambang Susantono, mengatakan bahwa tiga perusahan tersebut sudah mendapatkan Surat Izin Prakarsa Proyek (SIPP) atau Letter to Proceed (LTP) dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

”Saat ini tercatat ada 59 pelaku usaha dari berbagai sektor yang sudah mengirimkan Letter of Intent untuk berinvestasi di IKN yang sedang kami proses dan kami yakin jumlah tersebut akan terus bertambah. Dari jumlah tersebut, 3 pelaku usaha sudah mendapatkan SIPP untuk membangun hunian ASN/Hankam. Semoga proses selanjutnya dapat segera tuntas dan bisa langsung tancap gas di awal tahun 2023 ini," ujarnya.

Sebagai catatan, sektor yang menjadi minat para investor saat ini adalah pendidikan (15 LOI), infrastruktur dan utilitas (10 LOI) perumahan (8 LOI), mixed use (8 LOI), konsultan (6 LOI), kesehatan (5 LOI),  perkantoran swasta dan BUMN (3 LOI),perkantoran pemerintah (2 LOI),  dan teknologi (2 LOI).

Sekretaris Perusahaan Summarecon, Agung Jemmy Kusnadi mengatakan pihaknya sangat bangga dapat terlibat dalam pembangunan IKN Nusantara dan Summarecon akan selalu mendukung proyek yang dapat memberikan dampak positif untuk perekonomian bangsa. ”IKN Nusantara adalah proyek bersejarah dan kami bangga dapat menjadi bagian dari sejarah Indonesia,” tegas Agung.

Dengan sudah mendapatkan SIPP, para investor selanjutnya akan melakukan studi kelayakan yang komprehensif dengan mencakup konsep desain, ruang lingkup proyek, dan rekomendasi teknologi yang mengoptimalkan project life cycle cost.

“Penting untuk dipahami, para investor tersebut sekarang harus menyusun studi kelayakan dan akan diserahkan ke Pemerintah paling lambat enam bulan kemudian. Jadi dengan adanya izin, bukan berarti langsung membangun,” jelas Bambang.

”Sesuai dengan surat yang kami terima, Kami selanjutnya akan melakukan studi kelayakan yang mencakup antara lain kajian teknis, kajian ekonomi dan komersial, kajian lingkungan dan sosial serta kajian lingkungan hidup,” tambah Agung.

Kemudian, hunian yang dibangun oleh tiga investor tersebut akan mampu menampung kurang lebih 14,500 ASN dan Hankam di 184 tower yang berada di beberapa area, yaitu Pusat Pelayanan WP1A-1, Pemerintahan Timur WP1A-1, Hunian TNI WP1A-1, dan WP1B Tahap 1. Ketiga investor tersebut ditargetkan untuk menuntaskan pekerjaannya pada tahun 2024 dan sehingga dapat beroperasi pada bulan Agustus-Desember 2024.

Total nilai investasi dari ketiga investor tersebut adalah sekitar 41 triliun rupiah dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Berikut adalah rincian nilai investasinya, Summarecon sebesar Rp1,67 triliun , Konsorsium Nusantara sebesar Rp30,8 triliun  dan KLHC sebesar Rp8,65 triliun . "Melalui skema KPBU dipastikan negara dan tidak ada pihak yang dirugikan," jelas Bambang.

Wakil Direktur Utama Risjadson Brunsfield Nusantara investor akan mendapatkan keuntungan yang CCFG fair.  Jadi sebagai leading company konsorsium  Nusantara , Abdulbar M. Mansoer, menambahkan bahwa konsorsiu m tertarik untuk berinvestasi di IKN Nusantara karena melihat perencanaannya sudah sangat matang dan komprehensif. ”Saya yakin akan banyak investor baik dari dalam negeri, asing atau konsorsium yang akan menanamkan modalnya untuk pembangunan IKN Nusantara, ” kata pria yang akrab disapa Barry ini.

Kembali diingatkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen bahwa pembiayaan pembangunan IKN Nusantara akan berasal dari APBN sebesar 20 % dan 80 % berasal dari investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pemerintah Indonesia terus mengajak investor baik dari dalam negeri dan luar negeri untuk terlibat dalam pembangunan IKN Nusantara. Hal ini perlu dilakukan mengingat pemerintah berkomitmen untuk tidak membebankan pembangunan IKN pada APBN. ”Pembangunan IKN Nusa ntara tidak boleh memberatkan APBN, maka dari itu kita akan kerja keras untuk mencari investor yang dapat diajak bekerjasama dalam membangun proyek bersejarah ini," tutup Bambang. (RO/E-1)

Baca Juga

dok.Ist

Workshop Scalling UP, SMKPPN Tempa Calon Wirausaha Muda Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:01 WIB
BADAN Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan bersama Internasional Fund for Agricultural Development (IFAD) gencar...
DOK pribadi.

Akselerasi Pebisnis Kuliner Bandung, ESB Hadir di BIFHEX 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 21:08 WIB
ESB menghadirkan teknologi software yang terintegrasi khusus untuk operasional bisnis kuliner F&B, baik restoran, cloud kitchen, warung...
Dok MI

Industri Layanan Pernikahan Berpotensi Menjadi Panggung Bisnis

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 21:01 WIB
Industri pernikahan berpotensi menjadi panggung bisnis, mengingat tingginya angka pernikahan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya