Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
DESA Devisa Kopi Subang yang merupakan program kemitraan antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah telah membuahkan kesuksesan.
Itu terlihat dari kinerja koperasi yang berhasil melepas ekspor kopi robusta dengan volume 19,2 ton ke Mesir pertengahan bulan ini. Hasil positif juga terlihat dari pendapatan masyarakat.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Gerald Grisanto mengatakan sejak kemitraan diberlakukan, jumlah pendapatan desa meningkat sebesar 60% dari sebelumnya.
Itu bisa terjadi karena LPEI memberikan pendampingan dan pelatihan secara intensif kepada masyarakat terutama petani kopi setempat sehingga mereka bisa memahami bagaimana cara menaikkan produktivitas dan kualitas produk.
“Pelatihan yang kami berikan diharapkan dapat memperluas akses pasar ekspor, meningkatkan kemampuan budidaya dan pengolahan tanaman kopi, dan menyempurnakan prosedur penyusunan laporan keuangan. Melalui program ini, kami berkomitmen mewujudkan ekosistem ekspor yang berkelanjutan hingga menciptakan kepastian hasil panen bagi petani,” ujar Gerald melalui keterangan resmi, Sabtu (31/12).
Ia berharap program Desa Devisa dapat terus meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkuat kualitas dan kuantitas serta daya saing komoditas yang sesuai dengan standar ekspor. Dengan demikian, produk-produk yang dihasilkan dapat terus eksis di tingkat global.
Baca juga : PPKM Dicabut, Pelaku Usaha Sambut Positif
Selain kopi robusta, Desa Devisa Kopi Subang juga memiliki komoditas unggulan lain seperti kopi arabika yang juga telah berhasil diekspor sebanyak 18 ton ke Arab Saudi pada 2021 lalu.
"Program ini telah disesuaikan dengan kebutuhan para petani kopi Subang beserta koperasi dalam mengelola lahan produksi dan menjalankan bisnis," tuturnya.
Ke depan, LPEI akan terus mengambil langkah konkret dalam menciptakan ekosistem ekspor yang terbentuk dari desa-desa di berbagai daerah di Indonesia yang mampu secara konsisten berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara.
Hal itu diwujudkan salah satunya dengan memberi kesempatan bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai bentuk dukungan untuk mendorong ekspor nasional, LPEI senantiasa berupaya secara optimal dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan melalui program Desa Devisa pada daerah dengan komoditas potensi ekspor. Kami harap Desa Devisa Kopi di Subang dapat menjalankan ekspor selanjutnya dengan segera,” tandas Gerald. (RO/OL-7)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
Asprindo menyiapkan proyek kedua Kampung Industri sektor pertanian di Sukoharjo, dimulai dari Desa Melur dengan pengembangan beras organik untuk dorong ekonomi lokal dan swasembada pangan.
Pemilihan Kabupaten Tuban didasari oleh karakteristik wilayah pesisir utara Jawa yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor pertanian dan perikanan.
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved