Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA perlu optimistis dalam menghadapi resesi di tahun depan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan Indonesia yaitu mengadopsi pendekatan baru dan mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan pengembangan blue economy atau ekonomi biru. Maklum, Indonesia ialah negara maritim dengan kepulauan terbesar di dunia.
Pemerintah Indonesia melalui melalui Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan besarnya potensi ekonomi biru bagi perekonomian Indonesia. "Potensi blue economy Indonesia diperkirakan mencapai US$1,33 miliar dan menyerap 45 juta lapangan kerja. Manfaat pengembangan blue economy ialah kelestarian keanekaragaman hayati laut dan ekosistem laut dan pesisir serta mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, Indonesia terus berkomitmen menggulirkan blue economy sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Agenda Transformasi Ekonomi Indonesia," jelas Amalia dalam keterangan tertulis, Rabu (9/11).
PPN/Bappenas juga mendorong pendanaan inovatif blue financing atau pendanaan biru untuk pengembangan pembangunan ekonomi biru. Berdasarkan kajian dari Bappenas, untuk mendanai tujuh agenda pembangunan yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah membutuhkan anggaran sebesar US$1.641,3 miliar, sedangkan APBN hanya mampu mendanai 20%-25% dari kebutuhan tersebut. Pendanaan inovatif blue financing diharapkan dapat menjadi salah satu sumber yang berkontribusi untuk menutupi kesenjangan pendanaan yang ada.
Pemahaman pemerintah dan stakeholders tentang pendanaan biru dari sumber pemerintah dan swasta ini sangat diperlukan. Oleh karena itu, Managing Director The Spectrum Solutions Group (TSSG) Edward Y Chang mengungkapkan dukungannya terhadap Bappenas dalam melakukan kajian terkait peluang Ekonomi Biru ini. "Saat ini kita sedang membantu Bappenas untuk mengkaji potensi financing blue economy di Indonesia," ujar Edward.
Ia mengungkapkan kajian ini sejalan dengan upaya membantu pemerintah mencapai Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. Ia juga berharap Indonesia dapat menangkap peluang ini. "Indonesia harusnya dapat menangkap peluang menjadi pemimpin di Asia dalam Financing Blue Economy. Melalui pertemuan dengan pemangku kepentingan dengan negara-negara G20 dan swasta ini, Indonesia berpeluang untuk dapat bekerja sama dalam memaksimalkan ekonomi berkelanjutan," paparnya.
Selain itu, Edward mengungkapkan bahwa TSSG tengah menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). "Kami juga berharap dapat menjalin kerja sama teknis menyangkut sustainability dan circular economic dengan BRIN," ungkapnya. Sinergi dengan BRIN diharapkannya dapat mengoptimalisasikan potensi ekonomi biru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (OL-14)
Koperasi Kana menyediakan pendanaan operasional sebesar Rp2 juta per bulan bagi setiap KDKMP yang berpartisipasi.
Campaign for Good mendorong perubahan global menuju pengambilan keputusan kolaboratif berbasis kepercayaan.
Merek shapewear Skims yang didirikan Kim Kardashian berhasil meraih pendanaan US$225 juta dari investor termasuk Goldman Sachs.
Pendanaan bagi startup yang dipimpin perempuan masih menjadi tantangan yang membatasi kemampuan mereka tumbuh dan berinovasi.
Platform media sosial berbasis Web3, X.me, mengumumkan telah memperoleh pendanaan strategis senilai US$30 juta yang dipimpin oleh Tido Capital, dengan partisipasi sejumlah investor global.
Pendanaan ini akan digunakan untuk memperkuat sistem keamanan dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi (compliance).
Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan layanan pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil.
LPDB Koperasi kembali menegaskan dedikasinya dalam mendukung pemenuhan hak-hak fundamental masyarakat melalui penyaluran pinjaman maupun pembiayaan dana bergulir bagi koperasi
SURVEI Segara Research Institute menunjukkan mayoritas peminjam di Indonesia lebih mengutamakan kecepatan pencairan dana dibandingkan besaran suku bunga dalam memilih sumber pembiayaan.
Akses pembiayaan bagi jutaan masyarakat unbanked dan underbanked yang selama ini belum terlayani optimal oleh sektor perbankan formal makin diperhatikan.
MECA 2025 diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap brand yang mampu menampilkan terobosan pemasaran serta relevan dengan kebutuhan zaman.
Indonesia terus memajukan infrastruktur berkelanjutan melalui model pembiayaan dengan menggabungkan partisipasi pemerintah pusat, daerah, dan swasta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved