Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA perlu meningkatkan fungsi kerja sama bilateral dengan negara-negara tetangga. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan pangan nasional di balik ancaman krisis pangan global.
Hal itu diungkapkan dosen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Ronnie S Natawidjaja. Menurut Ronnie, pertemuan G20 di Bali pada 15-16 Nopember mendatang harus dapat melahirkan kesepakatan-kesepakatan strategis dalam menjaga ketersediaan pangan.
"Kesepakatan antarnegara harus dibuat untuk mengantisipasi krisis pangan ke depan. Fungsi kerja sama bilateral harus ditingkatkan lagi," kata Ronnie ketika dihubungi, Jumat (28/10).
Di sisi lain, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mengatasi krisis pangan yang kini mengancam banyak negara di dunia. Kolaborasi memungkinkan memitigasi dan mengatasi triple krisis yakni krisis energi, pangan, dan keuangan.
Syahrul menjelaskan, sebagai bagian dari komunitas global, G20 berkomitmen mendukung peran krusial dari sektor pertanian dalam menyediakan pangan dan gizi bagi semua orang. Ini juga menjamin pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam berbagai kesempatan, Syahrul berulang kali menegaskan bahwa kunci mengatasi krisis pangan global ialah kebersamaan. "Tidak boleh ada negara yang terlewatkan dan tertinggal. Kolaborasi menjadi kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang," tegas Syahrul.
Ronnie menjelaskan, kerja sama bilateral itu bisa diwujudkan dalam sistem barter. Masing-masing negara memberikan yang terbaik dari miliknya.
"Misal, Indonesia banyak produksi buah, lalu Australia banyak memproduksi gandum. Ini bisa saling tukar, barter. Jadi, stok (pangan) aman dan harga pun bisa dikontrol," jelas Ronnie.
Indonesia, kata dia, tak perlu memaksakan diri untuk menghasilkan komoditas tertentu yang memang tidak bisa diproduksi secara maksimal. Sebaliknya, Indonesia mesti meningkatkan potensi yang ada untuk kemudian dijadikan komoditas unggulan.
Ronnie mengambil contoh komoditas kedelai. Dikatakannya, faktor geografis, yaitu penyinaran matahari, membuat produksi kedelai nasional tidak mampu mengimbangi produksi kedelai dari Tiongkok.
"Kedelai kita itu wangi dan bulirnya besar tetapi butuh penyinaran yang lama. Penyinaran bisa dibantu oleh penggunaan lampu di green house, tetapi dijualnya mahal nanti. Sudah kita pakai kedelai dari Tiongkok, lalu kita kasih yang Tiongkok butuhkan yang ada di kita. Itu namanya memaksimalkan potensi kerja sama bilateral," ungkapnya.
Ronnie juga mencontohkan komoditas gandum yang bisa didapat dari Australia. Menyusul krisis yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, pasokan gandum ke Indonesia menjadi terhambat. "Harganya pun naik 35% dan sepertinya akan naik lagi. Kita bisa minta Australia untuk support kebutuhan gandum kita," pungkasnya. (RO/OL-14)
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Anggota DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, menggelar rangkaian kegiatan tebus murah bertajuk PANsar Ramadhan di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terus menjadi perbincangan publik hingga di awal 2026.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Beberapa di antara pendukung Bodo/Glimt menawarkan ikan kering dan daging rusa sebagai barter untuk tiket laga leg kedua semifinal Liga Europa yang sangat langka.
Jangan dimaknai pernyataan Ketum PDIP itu sebagai bentuk barter dengan apa yang sekarang dialami Hasto.
SRI Lanka akan mulai melakukan barter teh Ceylon ke Iran. Nilai transaksi barter teh dengan minyak itu mencapai US$250 juta (sekitar Rp3,8 triliun).
Griner pulang ke AS setelah pertukaran tahanan dengan terpidana pedagang senjata asal Rusia, Viktor Bout, yang menjalani hukuman penjara 25 tahun di AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved