Jumat 28 Oktober 2022, 20:14 WIB

Dorong Penguatan Rantai Pasok Minyak Nabati Berkelanjutan, RI Gelar G20 SVOC

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Dorong Penguatan Rantai Pasok Minyak Nabati Berkelanjutan, RI Gelar G20 SVOC

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait bakal menyelenggarakan G20 Sustainable Vegetable Oils Conference (SVOC) pada 3 November 2022

 

PEMERINTAH bersama pemangku kepentingan terkait bakal menyelenggarakan G20 Sustainable Vegetable Oils Conference (SVOC) pada 3 November 2022 di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong inisiatif global menguatkan rantai pasok minyak nabati yang berkelanjutan.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, kegiatan itu akan membahas perumusan strategi dan kebijakan guna menghadapi tantangan global pada pengelolaan minyak nabati dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan energi.

"Dalam tingkat teknis, G20 SVOC juga bertujuan untuk merumuskan rencana aksi masing-masing stakeholder dalam rangka peningkatan produktivitas, jaminan pemenuhan kebutuhan global, dan penguatan rantai pasok minyak nabati. G20 SVOC menjadi momen penting untuk merumuskan acuan bagi komunikasi dan kerjasama dalam skala yang lebih luas dengan melibatkan multi stakeholder minyak nabati," ujarnya dalam media briefing G20 SVOC, Jumat (28/10).

G20 SVOC digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Gagasan itu didasari pada kesadaran mengenai pentingnya dukungan sinergi dan inisiatif negara-negara produsen dan eksportir minyak nabati di tengah tantangan sektor energi dunia yang tengah terjadi. Dukungan tersebut diperlukan untuk meminimalisir potensi lonjakan harga dan krisis pangan berkepanjangan.

Musdhalifah menyatakan, G20 SVOC akan menjadi sarana kontribusi bagi Indonesia untuk mendorong pengembangan minyak nabati secara berkelanjutan baik di tingkat domestik maupun di tingkat global. Momentum tersebut juga menjadi aktualisasi peran Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 untuk mendorong peran aktif negara-negara G20 dalam penyelesaian tantangan pengembangan minyak nabati dunia.

"G20 SVOC akan memberikan dampak positif dalam menggerakkan perekonomian khususnya di sektor transportasi dan pariwisata melalui kehadiran peserta secara on site selama pelaksanaan konferensi," kata dia.

"Selain itu, G20 SVOC juga dapat menjadi stepping stone bagi Indonesia untuk terus terlibat dan berperan aktif dalam diskusi dan aksi global untuk penyelesaian berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi masyarakat dunia," lanjut Musdhalifah.

Baca juga: Lakukan Grebek Pasar, Kontribusi BTN Dukung Agenda G20

Sekretaris Jenderal CPOPC Rizal Affandi Lukman menyatakan, di tengah disrupsi rantai pasokan minyak nabati akibat pandemi covid-19 dan konflik Rusia dan Ukraina, nilai-nilai keberlanjutan minyak kelapa sawit membuatnya mampu terus menyuplai kebutuhan pangan dan energi global.

Fakta tersebut ditunjang oleh konsistensi permintaan pasar minyak nabati, termasuk dari negara-negara yang sedang berupaya membatasi impor minyak kelapa sawit, diimbangi oleh ketersediaan pasokan. "Konferensi minyak nabati berkelanjutan G20 SVOC akan menjadi sebuah platform," kata Rizal.

Menurutnya, CPOPC akan membuka kesempatan menjalin kerja sama dengan negara-negara produsen dan konsumen minyak nabati lainnya dalam penyediaan minyak nabati berkelanjutan untuk dunia.

Kerja sama tersebut dinilai penting di tengah tantangan global perubahan iklim dan komitmen mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

G20 SVOC akan diselenggarakan secara hibrida dan fokus membahas 3 topik utama, yaitu vegetable oils in the age of uncertainty, navigating vegetable oils dynamics, dan enhancing sustainable supply chain dynamics.

G20 SVOC akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Wakil Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok Ma Youxiang, Menteri Pertanian Rusia Dimitry Patrusev, dan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket.

Lalu Serikat Menteri Negara Pertanian dan Kesejahteraan Petani India Shobha Karandlaje, Menteri Kebijakan Agraria dan Pangan Ukraina Mykola Solskyi, serta para pembicara lainnya dari sektor publik dan industri dari berbagai negara.

Setidaknya lebih dari 500 orang dari berbagai negara telah mendaftar dalam G20 SVOC. Ketua Bidang Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi dalam media briefing tersebut menyampaikan secara teknis terkait konferensi yang akan digelar pekan depan. (A-2)

 

 

Baca Juga

DOK Pribadi.

Lima Hal Dipenuhi Oriflame Masuk Penjualan Langsung Berjenjang Syariah

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 09:52 WIB
Pada kuartal I 2022, Oriflame secara resmi menyatakan bahwa seluruh produk kosmetik dan makanannya memperoleh sertifikasi halal dari...
Ist/DPR

Komisi V DPR Mengevaluasi Serapan Anggaran di Kementerian PUPR

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 09:33 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mempertanyakan progres serapan anggaran Kementerian PUPR hingga pertengahan November...
Ist/DPR

Komisi VII DPR Dukung Perlunya Regulasi Proyek DME kepada PT Bukit Asam

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 09:26 WIB
Komisi VII DPR RI mendukung PT Bukit Asam TBK agar proyek Dimethyl Ether (DME) dimasukkan ke dalam (BLU) Badan Layanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya