Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat total pembiayaan pada triwulan III-2022 melesat sebesar 22,35 % jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) dari Rp163,31 triliun menjadi Rp199,82 triliun.
"BSI terus berkomitmen menyalurkan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan," kata Direktur Retail Banking BSI Ngatari dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Triwulan III BSI 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.
Pertumbuhan pembiayaan pada periode tersebut ditopang oleh bisnis mikro yang tumbuh 37,32 % (yoy) dari Rp13,19 triliun menjadi Rp18,12
triliun, disusul pembiayaan kartu yang meningkat 35,81 % (yoy) dari Rp369 miliar menjadi Rp500 miliar, serta pembiayaan gadai emas yang naik 30,15 % (yoy) dari Rp4,42 triliun menjadi Rp5,75 triliun.
Dengan demikian, ia menuturkan pembiayaan ritel cenderung menopang portofolio pembiayaan BSI. Adapun pembiayaan segmen ritel mampu tumbuh 22,58 % (yoy) dari Rp116,73 triliun menjadi Rp143,08 triliun.
Selain mikro, kartu, dan gadai, terdapat pula pembiayaan konsumen yang tumbuh 25,26 % (yoy) dari Rp80,1 triliun menjadi Rp100,33 triliun.
Sementara itu, pembiayaan usaha kecil dan menengah terkontraksi 1,44 % (yoy) dari Rp18,64 triliun menjadi Rp18,37 triliun.
Di sisi lain, pembiayaan di segmen wholesale mampu tumbuh 21,79 % (yoy) dari Rp46,58 triliun menjadi Rp56,73 triliun. Pembiayaan di
segmen tersebut meliputi pembiayaan korporasi yang tumbuh 29,82 % (yoy) dari Rp36 triliun dari Rp46,74 triliun serta pembiayaan komersial
yang menurun 5,54 % (yoy) dari Rp10,58 triliun menjadi Rp9,99 triliun.
Ngatari menyebutkan pembiayaan BSI yang tumbuh 22,35 % (yoy) memiliki kualitas yang sangat terjaga. "Pencairan pembiayaan baru hingga September 2022 pun memiliki kualitas yang baik," tuturnya.
Dia membeberkan kualitas pencairan pembiayaan baru wholesale berada di tingkat kolektabilitas 1 dengan nilai Rp29,99 triliun sebanyak 100 %. Untuk pencairan pembiayaan baru ritel juga berada di tingkat kolektabilitas 1 dengan nilai Rp54,46 triliun namun hanya 99,82 % (Rp54,36 triliun) lantaran sisanya berada di tingkat kolektabilitas 2 sebesar 0,36 %, serta terdapat rasio pembiayaan macet (Non Performing Financing/NPF) sebesar 0,02 %.
Untuk diketahui terdapat lima skala kolektabilitas pembiayaan perbankan, yakni kolektabilitas 1 adalah lancar, kolektabilitas 2 adalah dalam
perhatian khusus, kolektabilitas 3 adalah kurang lancar, kolektabilitas 4 adalah diragukan, serta kolektabilitas 5 adalah macet. (Ant/E-1)
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Meningkatnya kasus kekerasan dalam penagihan utang oleh debt collector menjadi peringatan keras bagi industri pembiayaan nasional.
Setiap pukul tiga dini hari, saat banyak remaja masih tertidur, Jeni Adilasari sudah memulai harinya di rumah sederhana di Bojonegoro.
PT Bank Danamon Indonesia dan PT Adira Dinamika Multi Finance kembali hadir dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS) 2026
ACC Mobile Branch tidak hanya memberikan kemudahan dan efisiensi, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi pembiayaan.
Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan layanan pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil.
LPDB Koperasi kembali menegaskan dedikasinya dalam mendukung pemenuhan hak-hak fundamental masyarakat melalui penyaluran pinjaman maupun pembiayaan dana bergulir bagi koperasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved