Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelita Air Service (PAS), anak usaha dari BUMN yaitu PT Pertamina akan menambah armada pesawat hingga menjadi 65 unit hingga 2027. Penambahan armada itu dilakukan secara bertahap.
Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) Erry Sugiharto menjelaskan, saat ini PAS menerbangkan tiga unit pesawat Airbus A320 dan hingga akhir tahun ini ditargetkan mendatangkan delapan pesawat. Lalu, sebanyak 28 pesawat akan diterbangkan PAS di 2024.
"Di tahun depan ada 18 pesawat yang diterbangkan (PAS), di 2024 ada 28 pesawat dan seterusnya hingga di 2027 ada 65 pesawat," ungkapnya dalam Peluncuran Aplikasi Pelita Air di Senayan, Jakarta, Kamis (20/10).
Dengan target penambahan armada tersebut, Erry berharap Pelita Air dapat bersaing dengan maskapai LCC atau Low Cost Carrier lainnya, seperti Citilink, Lion Air atau Air Asia.
Ia menambahkan, pada tahun depan PAS berencana membuka penerbangan ibadah haji dan umrah.
"Mudah-mudahan tahun depan kita bisa masuk ke layanan haji atau umrah. Jadi, jangan sampai kita kalah dengan maskapai swasta lainnya," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan menuturkan, rencana penambahan armada sebagai upaya ekspansi maskapai yang akan fokus ke penerbangan komersil. Kedepannya, PAS akan menambah 10 armada per tahunnya.
"Kami juga hanya gunakan satu tipe airbus A320. Jadi, memang sengaja kita pilih satu tipe supaya lebih efisien," terangnya.
Dendy menambahkan untuk rute penerbangan masih fokus ke domestik dengan kedepannya menyasar kota-kota besar, seperti akan membuka Medan, Balikpapan dan Surabaya. Saat ini, Pelita Air baru melayani rute Jakarta-Denpasar dan Jakarta-Yogyakarta.
"Fokus hanya domestik, kami terbang domestik sesuai arahan BUMN, kecuali untuk umrah di tahun depan," pungkasnya. (OL-8)
Daftar maskapai paling sering delay di dunia sepanjang 2025. Ryanair, easyJet, Frontier hingga JetBlue mencatat tingkat keterlambatan tertinggi.
Pembukaan rute ini dinilai semakin memperkuat konektivitas Jawa Tengah dengan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Penyesuaian TBA dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri penerbangan
Mukhtara Air merupakan maskapai bagian dari Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan yang berbasis di Madinah, Arab Saudi.
Keempat maskapi tersebut adalah Lion Air, Airfast Indonesia, Sriwijaya Air, dan NAM Air.
Program ini juga menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik ramah lingkungan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved