Senin 17 Oktober 2022, 10:50 WIB

Kemenhub Ungkap Pemicu Keributan Penumpang WNI di Turkish Airlines

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kemenhub Ungkap Pemicu Keributan Penumpang WNI di Turkish Airlines

AFP
Ilustrasi

 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan pemicu insiden keributan penumpang WNI di penerbangan pesawat Turkish Airlines TK-56 rute Turki (Istanbul) – Jakarta (Soekarno Hatta) registrasi TC-LJG pada Selasa, (11/10) lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono menjelaskan, insiden itu bermula dari keluhan penumpang atas nama M. Jhon Jaiz Boudewijn, yang menanyakan terkait ketentuan membawa binatang peliharaan (pet) ke dalam kabin pesawat.

Karena keluhan tersebut belum mendapatkan tanggapan, terduga pelaku yang tengah mabuk kemudian mengganggu kenyamanan penumpang maupun kru kabin saat penerbangan berlangsung, hingga akhirnya diamankan karena menimbulkan keributan dalam pesawat udara.

"Kami telah menerima penjelasan pihak Turkish Airline berupa lampiran dokumen pendukung peristiwa tersebut dan terus melakukan pendalaman," kata Isnin dalam keterangannya.

Dalam kejadian ini, Turkish Airline mengambil tindakan penurunan paksa terhadap penumpang yang diduga melakukan unruly passenger di Bandar Udara Kualanamu, sebelum tiba di Jakarta.

Menurut pihak Turkish Airline, tindakan tersebut dilakukan agar tidak membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan serta kenyamanan penumpang dan kru di dalam pesawat.

Mengingat pesawat udara Turkish Airlines registrasi TC-LJG terdaftar di Negara Turki, maka yurisdiksi yang berlaku adalah yurisdiksi Negara Turki.

Namun demikian, ketentuan membawa binatang peliharaan (pet) ke dalam kabin pesawat, Kemenhub akan terus mendalami ketentuan aturan yang berlaku di maskapai Turkish Airlines.

"Apakah penumpang yang membawa binatang peliharaan (pet) ke dalam kabin pesawat tersebut telah memenuhi persyaratan atau tidak dan  bagaimana pengawasan dari kru selama penerbangan," ucap Isnin.

Untuk itu sebagai tindak lanjutnya Inspektur Penerbangan Ditjen Hubud akan mendalami terkait dengan keselamatan (safety) serta pengangkutan binatang peliharaan dalam kabin pesawat.

Dari hasil diskusi juga disepakati bahwa peristiwa ini merupakan kejadian terkait dengan pelayanan maskapai dengan penumpang sehingga tidak masuk dalam ranah pidana menurut yurisdiksi Negara Indonesia berdasarkan Konvensi Tokyo 1963 (Convention on Offences and Certain Other Acts Committed on Board Aircraft). (OL-12)

Baca Juga

Dok.Humas Pelindo

Belawan Dirancang Masuk dalam Jaringan Ekosistem logistik Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 14:55 WIB
Pelabuhan Belawan berpeluang besar memberikan layanan direct call terlebih dengan digandengnya DP World oleh INA sebagai mitra...
Antara

Bulog Gunakan Seluruh Jaringan untuk Salurkan Beras

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 29 Januari 2023, 14:06 WIB
Langkah itu bertujuan mewujudkan stabilitas harga dan ketersediaan stok beras. Mengingat, terjadi kenaikan harga beras di sejumlah...
Antara

BEI: Nilai Kapitalisasi Pasar Meningkat 0,45% dalam Sepekan

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 29 Januari 2023, 13:45 WIB
Pada penutupan pekan ini, IHSG menguat 0,35% atau berada pada posisi 6.898,981 dari 6.874,931 pada penutupan pekan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya