Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Yayasan Perempuan Tangguh Mandiri Indonesia atau lebih dikenal dengan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menggelar pelatihan kewirausahaan bertajuk "Tidak Ada yang Tertinggal” bagi para wanita penyandang disabilitas.
Adapun pelatihan yang ditujukan bagi kaum buta tuli tersebut terkait dengan kewirausahaan di bidang kecantikan yakni merias (makeup ) artist.
Menurut Myra Winarko, Ketua Umum PTI mengatakan, PTI mengusung tajuk ini dengan harapan dapat memfasilitasi kaum penyandang disabilitas (Sahabat Tuli) dalam mengembangkan usaha. Tajuk ini diangkat sekaligus untuk memeriahkan acara perayaan hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2022 dimana PTI mendapat dukungan dari Amero.
Myra menjelaskan, melalui peningkatan hard-skill dan soft-skill dalam kewirausahaan, wanita penyandang disabilitas ini diharapkan bisa mendapatkan kesempatan dan kesetaraan dalam berwirausaha.“PTI berharap, tim make-up untuk para model adalah wanita penyandang disabilitas dari PTI. Sebesar 10% dari penjualan Alleira pada hari ini akan disumbangkan ke PTI untuk pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas,” katanya, dalam acara Batik Day Celebration With Amero and Perempuan Tangguh Indonesia, di Mitra Hadiprana - Kemang Raya Jakarta, Selasa (4/10).
Myra menuturkan, pelatihan wirausaha terhadap Sahabat Tuli ini untuk mendukung ekonomi inklusi, yaitu bahwa "Tidak Ada Yang Tertinggal". Kita pasti bisa! Bersama-sama kita bangkitkan dan tingkatkan ekonomi. Siapapun memiliki kesempatan yang sama untuk membuka peluang wirausaha”,”paparnya.
Pelatihan wirausaha pemula bidang kecantikan ini mendapat respons masyarakat. “Kami optimistis Sahabat Tuli bisa mengambil peran yang sama di masyarakat khususnya dalam bidang wirausaha,” ungkap Myra.
PTI ke depan, lanjut dia, terus mengembangkan kemampuan pada disabilitas. Sejumlah kegiatan untuk mengembangkan diri kaum disabilitas terus-menerus dilakukan oleh PTI sampai saat ini. “Sahabat Tuli adalah sumber daya manusia yang sangat berpotensi untuk terus dibina dan ikembangkan agar menjadi sosok mandiri secara financial”, ujar Myra.
Pelatihan yang telah diberikan kepada para Sahabat Tuli saat ini meliputi pelatihan sebagai MUA atau Makeup Artist, Chef, dan Bidang Seni (Art). “Sejumlah alumni dari kegiatan tersebut sudah ditempatkan dibeberapa tempat yang bergengsi,” tutur Myra.
Lebih jauh, Myra mengemukakan, PTI berkomitmen untuk membantu pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh Sahabat Tuli, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depannya mereka juga akan diajarkan bagaimana meningkatkan penjualan jasa dan produk yang ditawarkan.
PTI bergerak sejak Maret 2020, ketika pandemi COVID-19 melemahkan perekonomian dan melumpuhkan sumber penghasilan rakyat kecil. “PTI dengan tiga tahapan yaitu pertahanan, penanggulangan, dan pemulihan ekonomi, memfokuskan gerakan pada bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan sosial. Yayasan PTI disahkan pada 5 Oktober 2020,” tutup Myra. (RO/E-1)
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Kisah Grisna Anggadwita menunjukkan bagaimana pemberdayaan dan pendekatan manusiawi membuka peluang ekonomi inklusif.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved