Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga akan berada di kisaran 5,4% hingga 6%. Hal tersebut ia sampaikan di depan para ekonom dan bankir pada acara UOB Economic Outlook 2023 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9).
"Kemarin di kuartal kedua kita bisa tumbuh 5,44%. Kuartal ketiga, perkiraaan saya bisa tumbuh 5,4% sampai 6%," ujar Jokowi.
Proyeksi yang cukup tinggi itu didasarkan pada capaian apik yang ditunjukkan sejumlah indikator penentu. Hingga akhir September, realisasi pendapatan negara sudah mencapai Rp1.764 triliun atau tumbuh 49% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Secara rinci, pertumbuhan tersebut ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp1.171 triliun atau tumbuh 58%, penerimaan bea dan cukai sebesar Rp206 triliun atau tumbuh 30,5% dan penerimaan negara bukan pajak yang menyentuh Rp386 triliun atau tumbuh 38,9%.
"Ini tumbuhnya sangat melompat. Kepada para pembayar pajak, saya ucapkan terima kasih. Artinya, masyarakat masih konsisten dan memiliki kemampuan dalam hal-hal yang tadi saya sampaikan," tutur mantan wali kota Surakarta itu.
Baca juga: BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Triwuan III Capai 5,5%
Tidak hanya dari sisi penerimaan negara, hasil positif juga ditunjukkan dari berbagai indikator lain seperti Indeks Kepercayaan Konsumen yang tumbuh dari 123 menjadi 124,7, kredit perbankan yang tumbuh sampai 10,7% serta neraca perdagangan yang mengalami surplus 28 bulan berturut-turut.
"Jadi kalau saya disuruh memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga akan tumbuh di atas kuartal kedua. Tapi nanti juga tanyakan Bu Menteri Keuangan, mungkin bisa beda dengan saya. Saya punya kalkulator sendiri. Bu Menkeu punya kalkulator sendiri. Pak Menko Perekonomian juga punya kalkulator sendiri," pungkasnya.(OL-5)
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved