Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Ganesha Tbk gencar memperluas jaringan dan segmen bisnis, salah satunya melalu kerja sama dengani PT Kredit Utama Fintech Indonesia dengan produk peer to peer lending pada aplikasi Rupiah Cepat.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh kedua belah pihak yang diwakili langsung oleh Direktur Bank Ganesha Setiawan Kumala dan CEO PT Kredit Utama Fintech Indonesia Yolanda Sunaryo dengan produk Rupiah Cepat..
Setiawan mengatakan, Bank Ganesha saat ini sedang gencar dan berfokus untuk mengembangkan inklusi keuangan di Indonesia dengan bekerja sama dengan beberapa pelaku jasa keuangan seperti kepada beberapa perusahaan Multi Finance dan sekarang dengan pelaku jasa keuangan tekfin Peer to Peer Lending.
"Bank Ganesha akan menyalurkan kredit melalui kerja sama dengan Rupiah Cepat sebesar Rp100 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat di Indonesia melalui aplikasi produk Rupiah Cepat," ujar Setiawan
Ia mengungkapkan, dengan adanya kerja sama dengan Rupiah Cepat, Bank Ganesha mengharapkan ada keberlanjutan strategi bisnis kedepannya dengan Rupiah Cepat untuk dapat memperluas jaringan bisnis khususnya pembiayaan bagi masayarakat di Indonesi.
CEO PT Kredit Utama Fintech Indonesia Yolanda Sunaryo mengatakann dengan adanya kerja sama itu, akan menjadi salah satu strategi untuk membantu masyarakat mendapatkan fasilitas kredit/dana tunai langsung yang belum terakomodir oleh jasa keuangan konvensional dan berkontribusi bagi dunia keuangan di Indonesia.
Baca juga : Bank Universal BPR Raih Lima Penghargaan dalam Infobank BPR Awards 2022
"Rupiah Cepat sendiri sebagai platform perusahaan P2P Lending di Indonesia sejak tahun 2018, telah menyalurkan lebih dari Rp.15.2 triliun dengan kontribusi peminjam aktif sekitar 147 ribu peminjam," ujar Yolanda.
Target market konsumen dari Rupiah Cepat merupakan Jutaan Masyarakat Indonesia yang membutuhkan pembiayaan/pinjaman untuk pengeluaran diskresioner mereka namun tidak dapat diakomodir atau terlayani oleh Lembaga keuangan konvensional karena kurangnya update data dan kurang efisien operasional Lembaga keuangan konvensional tersebut.
Bank Ganesha memiliki target tersendiri dengan melakukan skema channeling dan bekerjasama dengan Rupiah Cepat untuk dapat memperluas segmen dan target dalam menyalurkan kredit ke berbagai lapisan masyarakat yang belum terakomodir secara penuh oleh Lembaga keuangan konvensional. Hal tersebut juga tidak lepas dari pertumbuhan pembiayaan melalui P2P Lending yang terus meningkat.
Menurut data OJK, outstanding pinjaman fintech P2P lending pada Juni 2022 mencatatkan pertumbuhan sebesar 89,7% yoy atau meningkat sebesar Rp4,17 triliun, sehingga nilai outstanding pinjaman pada bulan Juni 2022 mencapai Rp44 triliun.
Rupiah Cepat adalah platform aplikasi Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi dengan lebih dari 4 juta peminjam sejak pertama didirikan, berfungsi sebagai platform keuangan masyarakat umum. Rupiah Cepat Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan Nomor : KEP-132/D.05/2019. (RO/OL-7)
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Kedutaan Inggris di Jakarta melalui Program Akses Digital menuntaskan putaran kedua pelatihan literasi digital dan keuangan inklusif bersama BerdayaBareng pada Juni-Desember 2023.
Sejalan dengan pengambilan mayoritas saham oleh iForte, MC Payment secara resmi berganti nama menjadi PT Iforte Payment Infrastructure dan meluncurkan "iFortepay".
Dukungan teknologi digital dari perbankan dan platform keuangan atau investasi digital kian memudahkan HNWI dalam menemukan produk investasi dengan kinerja yang baik dan aman.
Kegiatan literasi inklusi keuangan yang diselenggarakan oleh PNM dengan mengandeng OJK ini bertujuan mengedukasi tentang mengakses keuangan aman bagi pelaku UMKM khususnya perempuan.
Dengan tema "ASEAN Centrality: Innovating to Greater Inclusivity", Indonesia siap memimpin Association of Southeast Asian Nations Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023
Tulisan ini merupakan buah karya penerima Beasiswa GenBI yang telah mengikuti pelatihan jurnalistik kerja sama Media Indonesia dengan Bank Indonesia pada Mei 2023.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved