Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktorat Jenderal Perkebunan mendukung program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor).
Guna memenuhi kebutuhan ekspor tersebut, perlunya peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing komoditas perkebunan, melalui logistik benih seperti nursery, kebun sumber benih, lab uji DNA, pengembangan kawasan baik itu perluasan, peremajaan, maupun intensifikasi.
Juga perlu ada upaya mekanisasi digitalisasi berupa pemetaan, digital marketing, alat dan mesin perkebunan, peningkatan nilai tambah dan daya saing meliputi Desa Organik, Intercropping, dan Penumbuhan Korporasi, serta pengembangan SDM pekebun maupun tenaga pendamping,
Demikian disampaikan Agnes Verawaty Silalahi, Koordinator Perencanaan Ditjen Perkebunan Kementan pada kegiatan Saresehan Petani Kementan di Bumi Perkemahan Ragunan pada Minggu (28/08).
Ia menjelaskan bahwa, terdapat 6 program unggulan Direktorat Jenderal Perkebunan tahun 2020-2024 antara lain korporasi perkebunan, produksi benih/nursery 20 juta dan pengembangan kawasan kopi, kelapa, jambu mete, kakao, pengembangan sagu hulu hilir berbasis korporasi, percepatan swasembada gula konsumsi, pengembangan gula non tebu, pengembangan kopi komandan.
“Melalui korporasi petani ini, diharapkan ke depannya pekebun dapat tergabung dalam kelompok yang lebih besar, terdorong untuk memproduksi atau mengembangkan benih nursery dan pengembangan Kawasan khususnya kopi, kelapa, jambu mete, kakao,” jelasnya.
Agnes menambahkan, berikutnya juga ada sagunesia (sagu untuk Indonesia), sebagai bentuk upaya kami mengantisipasi krisis pangan dunia, melalui sagu sebagai alternatif pangan dan sebagai substitusi tepung gandum.
Sedangkan untuk swasembada gula konsumsi, lanjut Agnes, Kementan terus berupaya untuk memenuhi suplai tebu untuk gula konsumsi. Tidak hanya mengandalkan gula tebu saja, namun juga dapat mensubstitusi gula tebu dengan pengembangan gula non tebu seperti stevia, aren, lontar dan lainnya.
“Hal menarik lainnya, yaitu Pengembangan Kopi Komandan. Kopi ini menjadi icon Kementan atau kopi versi Kementan. Ditjen Perkebunan telah berkontribusi meracik kopi komandan. Tentunya ke depan peluang kerja sama dengan para petani milenial sangat terbuka, untuk mengembangkan kopi komandan ini,” ujarnya.
“Petani milenial diharapkan dapat berminat, tertarik untuk ikut berpartisipasi mengembangkan komoditas perkebunan dan mendukung program unggulan Kementan khususnya ke-6 program Ditjenbun ini, sehingga ekspor perkebunan dapat ditingkatkan. Selain itu komoditas perkebunan beserta hasil olahannya semakin dikenal dan diminati pasar global, serta tentunya pekebun semakin sejahtera,” ujarnya.(RO/E-1)
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia sawit dan menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) dinilai sebagai langkah strategis dan berani.
PEMERINTAH menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun untuk mencapai hilirisasi sektor perkebunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved