Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktorat Jenderal Perkebunan mendukung program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor).
Guna memenuhi kebutuhan ekspor tersebut, perlunya peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing komoditas perkebunan, melalui logistik benih seperti nursery, kebun sumber benih, lab uji DNA, pengembangan kawasan baik itu perluasan, peremajaan, maupun intensifikasi.
Juga perlu ada upaya mekanisasi digitalisasi berupa pemetaan, digital marketing, alat dan mesin perkebunan, peningkatan nilai tambah dan daya saing meliputi Desa Organik, Intercropping, dan Penumbuhan Korporasi, serta pengembangan SDM pekebun maupun tenaga pendamping,
Demikian disampaikan Agnes Verawaty Silalahi, Koordinator Perencanaan Ditjen Perkebunan Kementan pada kegiatan Saresehan Petani Kementan di Bumi Perkemahan Ragunan pada Minggu (28/08).
Ia menjelaskan bahwa, terdapat 6 program unggulan Direktorat Jenderal Perkebunan tahun 2020-2024 antara lain korporasi perkebunan, produksi benih/nursery 20 juta dan pengembangan kawasan kopi, kelapa, jambu mete, kakao, pengembangan sagu hulu hilir berbasis korporasi, percepatan swasembada gula konsumsi, pengembangan gula non tebu, pengembangan kopi komandan.
“Melalui korporasi petani ini, diharapkan ke depannya pekebun dapat tergabung dalam kelompok yang lebih besar, terdorong untuk memproduksi atau mengembangkan benih nursery dan pengembangan Kawasan khususnya kopi, kelapa, jambu mete, kakao,” jelasnya.
Agnes menambahkan, berikutnya juga ada sagunesia (sagu untuk Indonesia), sebagai bentuk upaya kami mengantisipasi krisis pangan dunia, melalui sagu sebagai alternatif pangan dan sebagai substitusi tepung gandum.
Sedangkan untuk swasembada gula konsumsi, lanjut Agnes, Kementan terus berupaya untuk memenuhi suplai tebu untuk gula konsumsi. Tidak hanya mengandalkan gula tebu saja, namun juga dapat mensubstitusi gula tebu dengan pengembangan gula non tebu seperti stevia, aren, lontar dan lainnya.
“Hal menarik lainnya, yaitu Pengembangan Kopi Komandan. Kopi ini menjadi icon Kementan atau kopi versi Kementan. Ditjen Perkebunan telah berkontribusi meracik kopi komandan. Tentunya ke depan peluang kerja sama dengan para petani milenial sangat terbuka, untuk mengembangkan kopi komandan ini,” ujarnya.
“Petani milenial diharapkan dapat berminat, tertarik untuk ikut berpartisipasi mengembangkan komoditas perkebunan dan mendukung program unggulan Kementan khususnya ke-6 program Ditjenbun ini, sehingga ekspor perkebunan dapat ditingkatkan. Selain itu komoditas perkebunan beserta hasil olahannya semakin dikenal dan diminati pasar global, serta tentunya pekebun semakin sejahtera,” ujarnya.(RO/E-1)
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan membuka diri bagi masyarakat apabila menemukan anomali harga pangan pokok di pasaran.
Kabar gembira! Kementan pastikan stok & harga telur ayam terkendali jelang idul fitri 2026. Intip langkah strategis pemerintah lindungi konsumen di sini.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diproyeksikan mengalami surplus sebesar 54 ribu ton pada Februari 2026.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat.
Peran BPDP tidak hanya terbatas pada pengelolaan dana, tetapi juga mencakup investasi pada pembangunan pengetahuan masyarakat.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengakui masih kurangnya pengawasan terhadap aktivitas industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved