Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 30 orang anggota Satgas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Projo melakukan pemantauan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah menggelar acara Sosialisasi Satgas P2MI Projo Banten di D'Prima Hotel Tangerang.
Ketua Satgas P2MI Projo, Sinnal Blegur mengatakan, ada indikasi pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara unprocedural di Bandara Soekarno-Hatta.
"Kami satgas P2MI Projo melakukan pemantauan di bandara Soekarno-Hatta karena kami mendengar pemberangkatan PMI ilegal terus dilakukan. Dan hari ini, malam ini, kami melakukan pemantauan. Kami ingin menyaksikan secara langsung bagaimana proses pemberangkatan PMI Unprosuderal terjadi," kata Sinnal Blegur, Rabu (24/8) malam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Baca juga : Satgas P2MI Projo Luncurkan Website Bantu Lindungi Pekerja Migran
Sebelum melakukan pemantauan, Satgas P2MI Projo melakukan koordinasi kepada pihak-pihak yang berwenang.
"Kami tetap mematuhi dan menghormati aturan yang ada seperti tetap menggunakan masker, melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, Pospol dan BP2MI di bandara," kata Sinnal dalam keterangan pers, Kamis (25/8).
Satgas P2MI Projo didampingi anggota BP2MI yang bertugas untuk melihat berbagai aktivitas calon penumpang mulai dari antrian di loket, hilir mudik di imigrasi hingga berkunjung ke kantor BP2MI di Bandara.
Baca juga : BP2MI Berikan Harapan Pekerja Migran Bisa Berangkat ke Taiwan
"Kami minum kopi dan berbincang-bincang terkait PMI. Anggota BP2MI yang bertugas merasa senang atas kunjungan ini dan Kami (Satgas P2MI Projo) sepakat akan terus melakukan pemantauan bersama-sama," ujar Sinnal.
Karena, hingga malam ini, Satgas P2MI Projo masih berpendapat memiliki tujuan yang sama yaitu menjalankan perintah Presiden Jokowi untuk menjaga Pekerja Migran Indonesia dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Kita harus bekerjasama karena punya tugas yg sama, dari sisi pemerintah dan non pemerintah seperti kami, “Harusnya senang dong kita kunjungi. Kalau tidak senang berarti ada sesuatu tho, dan kalo ada masalah mari kita bicara,” tutup Sinnal Blegur. (RO/OL-09)
Sebelumnya, Satgas P2MI Projo menggelar acara Sosialisasi Satgas P2MI Projo Banten di D'Prima Hotel Tangerang. Acara tersebut dihadiri sekira 50 orang.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pembiayaan sektor ketenagakerjaan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Kemitraan ini memastikan pekerja migran di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak serta akses perlindungan sosial yang mumpuni.
Perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri menjadi isu mendesak di tengah tingginya kerentanan terhadap eksploitasi HAM.
Pemerintah memperkuat upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap paling awal, yakni proses pencarian kerja di ruang digital.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Çelebi Aviation resmi memulai operasional layanan ground handling di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, sejak 1 Januari 2026.
Polresta Bandara Soetta menangkap Khairun Nisa (23), perempuan yang menyamar jadi pramugari Batik Air. Bermula dari lolos fast track hingga ketahuan karena corak batik.
Polisi menangkap perempuan berinisial KN yang nekat menyamar jadi pramugari Batik Air rute Palembang-Jakarta. Penyamaran terbongkar karena atribut seragam palsu.
Kehadiran lounge ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan premium yang konsisten, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan penumpang domestik.
BMKG telah menempatkan Automatic Weather Observing System (AWOS) Kategori 3 di setiap landas pacu Bandara Soekarno-Hatta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved