Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM mewujudkan visinya sebagai ‘Best Bank for A Better World’, Bank DBS Indonesia kembali menggaungkan ‘Live more, Bank less’, kampanye yang mendorong nasabah agar lebih menikmati hidup tanpa perlu dirumitkan dengan urusan perbankan.
Prinsip ini mengukuhkan komitmen Bank DBS Indonesia untuk tidak hanya sekadar bank, tetapi juga berevolusi menjadi perusahaan startup, teknologi, serta pejuang keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Peluncuran kampanye ‘Live more, Bank less’ ini bertepatan dengan hari jadi Bank DBS Indonesia yang telah berkiprah di Tanah Air sejak 1989.
Dalam keterangan pers, Jumat (19/8), President Director, PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna, mengatakan, “Slogan ‘Live more, Bank less’ yang diluncurkan 2018 silam telah berhasil memosisikan DBS Group sebagai salah satu pemimpin transformasi bank digital di Asia, termasuk Indonesia."
Baca juga: Perbankan Dominasi Sektor Keuangan, Kemenkeu: Cermin Ketimpangan
"Melalui penerapan layanan digital banking andalan yang pintar, intuitif, dan inovatif, perbankan digital yang fokus pada nasabah dinilai sangat relevan saat ini, apalagi didukung dengan cepatnya adopsi teknologi di seluruh sektor termasuk industri finansial," jelasnya.
"Hal ini juga turut memacu semangat Bank DBS Indonesia untuk terus berevolusi menjadi sebuah perusahaan teknologi yang diiringi dengan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi, masyarakat, serta lingkungan. Jadi tidak hanya sebagai institusi perbankan konvensional saja," jelas Paulus.
Bank DBS Indonesia melihat bahwa dunia memerlukan bank yang berbeda pascapandemi, berfokus pada inovasi teknologi dan isu keberlanjutan.
Saat ini dunia telah berubah menjadi lebih digital dari sebelumnya sehingga mengakibatkan permintaan konsumsi kian meningkat drastis, serta membuat sarana bank secara fisik kian tergantikan dan semakin tak terlihat (invisible).
Selain itu, Bank DBS Indonesia juga meyakini bank perlu lekas mengambil tindakan guna mengatasi perubahan iklim dan permasalahan sosial.
Digalakkan di enam negara termasuk Indonesia, kampanye ‘Live more, Bank less’ merangkum beberapa aspek mengenai bagaimana Bank DBS Indonesia mewujudkan visinya sebagai bank yang berbeda. (RO/OL-09)
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved