Selasa 09 Agustus 2022, 13:10 WIB

Butuh Kerangka Terpadu Selaraskan Pencapaian SDGs

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
 Butuh Kerangka Terpadu Selaraskan Pencapaian SDGs

ANTARA/GALIH PRADIPTA
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kiri)

 

INDONESIA memiliki instrumen dan sumber daya untuk mengimplementasikan pembangunan dengan tujuan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) yang ditargetkan terealisasi di 2030. Namun diperlukan sebuah kerangka terpadu untuk melihat hal-hal prioritas dalam pelaksanannya.

Karena itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas memanfaatkan Kerangka Kerja Pembiayaan Nasional Terpadu (Integrated National Financing Framework/INFF) sebagai pedoman dalam melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan sedari 2019.

Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam G20 Development Working Group Side Event bertema INFF Sustainable Investment, Selasa (9/8).

"Kami memiliki alat dan sumber daya, tetapi tantangannya terletak pada menyatukan pendirian untuk menyelaraskan proses bisnis dengan SDGs, dan memberikan sumber daya ke sektor-sektor yang paling membutuhkannya," tuturnya.

"INFF memfasilitasi dialog terstruktur dengan kementerian lembaga dan aktor non-negara untuk memetakan lanskap untuk pembiayaan pembangunan berkelanjutan," lanjut Suharso.

Hasil yang didapat dari dialog terstruktur itu ialah diketahuinya informasi mengenai berbagai sumber pembiayaan yang menjadi dasar untuk meningkatkan investasi serta segala risikonya. INFF, kata Suharso, juga mampu mengidentifikasi instrumen baru dan inovatif dalam skema pembiayaan.

Baca juga: Bappenas Pastikan DWG G20 Tetap Digelar di Belitung

Melalui INFF, upaya pembangunan berkelanjutan berpeluang besar untuk mendapatkan pembiayaan kreatif seperti keuangan campuran (blended finance) dan investasi yang dapat diseleraskan dengan filantropi melalui pembobotan poin-poin SDGs.

"INFF menjadi payung yang mencakup inisiatif pembiayaan. INFF telah membantu kami menilai prioritas pembangunan dan strategi pembiayaan yang diperlukan untuk mewujudkannya," terang Suharso.

Pembiayaan untuk mendukung pencapaian SDGs merupakan hal krusial. Sebab, dibutuhkan dana yang cukup besar untuk menjalankan berbagai agenda dan proyek yang telah direncanakan.

Apalagi saat ini dunia berada dalam situasi krisis akibat pandemi covid-19, konflik geopolitik, dan ancaman perubahan iklim. Kondisi ini membuat kebutuhan pendanaan kian besar dibanding sebelumnya.

Bahkan di lingkup global kebutuhan pendanaan untuk mencapai SDGs diperkirakan berkisar US$2,5 triliun sebelum pandemi. Nilai itu meroket menjadi US$4,2 triliun setelah pandemi merebak dan membawa kemunduran pada upaya pencapaian SDGs global.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia. Suharso menyatakan, untuk mendukung pencapaian SDGs di 2030, setidaknya dibutuhkan dana lebih dari US$1 triliun.

"Oleh karena itu, lebih banyak sumber daya diperlukan untuk menutup kesenjangan pembiayaan yang ada, yang kini telah melebar menjadi substansi pandemi, pembiayaan bersama diperlukan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan saat ini," pungkas dia. (A-2)

 

Baca Juga

PPI Dunia

PPI Dunia Siap Dukung Penuh Hilirisasi Industri

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 11:07 WIB
Achyar menegaskan sikap PPI Dunia siap mendukung program pemerintah untuk kemajuan ekonomi...
Dok. DPR RI

Komisi VII DPR Dorong Penerapan Ekosistem Investasi yang Kondusif di Sektor Hulu Migas

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 09:00 WIB
Komisi VII DPR akan ikut dalam mengurai masalah investasi hulu migas. Berbagai hal akan didorong dan diupayakan Komisi VII DPR RI untuk...
Antara

Pemerintah Dorong Pengembangan Komoditas Ekspor Hortikultura

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 27 November 2022, 08:59 WIB
Pemerintah mendorong program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor dengan pola Creating Shared Value (CSV) guna mengoptimalisasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya