Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan bahwa kebijakan restrukturisasi kredit dalam merespons dampak pandemi covid-19 sudah mengalami penurunan.
Bahkan, saat ini angka restrukturisasi kredit berada jauh di bawah proporsinya yang mencapai 20%. Menurutnya, kredit restrukturisasi, baik dari segi nilai maupun debitur, terus menurun dalam jumlah yang signifikan.
Demikian juga dengan kredit macet (NPL) dari kredit yang direstrukturisasi. Sementara, rasio CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) yang diperuntukkan bagi restrukturisasi terus meningkat.
Namun, beberapa sektor, seperti akomodasi, serta makanan dan minuman, masih mencatatkan proporsi kredit yang tinggi, sehingga restrukturisasi masih dibutuhkan.
"Restrukturisasi saat ini fokus pada targeted sector. Berbeda dengan saat awal atau puncak krisis pandemi. Di mana, restrukturisasi kredit yang dilakukan berlaku untuk seluruh sektor," jelas Mahendra dalam konferensi pers KSSK, Senin (1/8).
Lebih lanjut, dia mengungkapkan beberapa sektor yang mengalami penurunan restrukturisasi kredit. Seperti, perdagangan, manufaktur, konstruksi, transportasi, komunikasi dan pertanian. Di lain sisi, OJK masih memperhatikan mitigasi risiko dampak dari stagflasi global.
"Ini bukan semata hanya terkait krisis pandemi covid-19, yang Insyaallah kondisi terberatnya bertahap kita bisa lalui. Namun, juga dalam konteks menjaga risiko dampak stagflasi global," imbuh Mahendra.
Pihaknya terus memantau perkembangan restrukturisasi kredit secara berkala dalam rapat Dewan Komisioner OJK. Berdasarkan data per Juni 2022, restrukturasi kredit terkait pandemi tercatat Rp576,17 triliun, atau turun dari Mei 2022, yakni Rp596,25 triliun.
Adapun, jumlah debitur restrukturisasi kredit pada masa pandemi covid-19 juga menurun, dari 3,13 juta debitur pada Mei 2022 menjadi 2,99 juta debitur pada Juni 2022.(OL-11)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved