Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NAIKNYA harga komoditas pangan telah mengakibatkan peningkatan komponen inflasi volatile food (pangan bergejolak). Pada Juli 2022, inflasi komponen tersebut telah mencapai 11,47% (year on year/yoy), tertinggi sejak Januari 2014 yang tercatat sebesar 11,91% (yoy).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan, tingginya inflasi komponen bergejolak itu berpotensi mendorong peningkatan kemiskinan di Indonesia.
"Kenaikan harga atau inflasi yang cukup tinggi ini, khususny pada kelompok makanan, itu pasti memiliki potensi yang besar pada angka kemiskinan," terangnya dalam konferensi pers secara daring, Senin (1/8).
Hal itu dikarenakan kontribusi pangan pada garis kemiskinan di Indonesia mencapai 74%. Dus, bila harga pangan terus melambung, sementara pendapatan masyarakat tidak bertambah, maka dikhawatirkan ada kenaikan jumlah kemiskinan.
Dari laporan BPS, pada Maret 2022 garis kemiskinan Indonesia berada di angka Rp505.469 per kapita per bulan. Garis kemiskinan itu merupakan tingkat minimum pendapatan yang mesti dimiliki masyarakat untuk mendapatkan standar hidup.
Baca juga: Nilai Tukar Petani Alami Penurunan Karena Anjloknya Harga Komoditas
Sedangkan tingkat kemiskinan yang tercatat pada Maret 2022 ialah sebanyak 26,5 juta jiwa, atau berada di level 9,71%. Margo menyebutkan, dampak nyata inflasi komponen bergejolak pada tingkat kemiskiman baru bisa diketahui pada September nanti ketika BPS merilis kembali tingkat kemiskinan nasional.
Namun dia menyampaikan, upaya pemerintah untuk meredam dampak kenaikan harga-harga komoditas global seperti pangan dan energi patut diapresiasi. Pasalnya dengan kebijakan subsidi energi dan bantuan sosial, tingkat inflasi inti Indonesia masih cukup terjaga dan relatif baik.
Pada Juni 2022, inflasi inti berada di level 2,86% (yoy). Komponen yang menggambarkan daya beli masyarakat itu diakui Margo masih cukup baik dan terkendali dan memberikan andil pada inflasi umum sebesar 1,87% (yoy).
Margo menyebutkan, inflasi inti Indonesia relatif rendah. Ini menggambarkan fundamental ekonomi nasional masih bagus. Bila dibandingkan dengan beberapa negara, utamanya negara-negara G20, kata dia, inflasi inti Indonesia masih jauh lebih baik dan terjaga.
"Ini menggambarkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih stabil," pungkas dia. (OL-4)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.
BPS mencatatkan bahwa tingkat kemiskinan pada September 2025 pada angka sebesar 8,25% atau mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi Maret 2025 yang tercatat 8,47%.
Kasus bunuh diri anak SD di NTT diduga dipicu kondisi learned helplessness. Psikolog menyoroti faktor kemiskinan, kekecewaan berulang, hingga tekanan sosial yang dialami korban.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Selama kemiskinan terus diperlakukan sebagai objek visual dan emosional, upaya untuk memahaminya secara utuh akan selalu terhambat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved