Rabu 06 Juli 2022, 08:57 WIB

E-Commerce Tak Bisa Hanya Mengandalkan Diskon

Mediaindonesia.com | Ekonomi
E-Commerce Tak Bisa Hanya Mengandalkan Diskon

Antara/Muhammad Adimaja
Warga berbelanja secara daring

 

Kemudahan dan kenyamanan akan menjadi alasan utama bagi konsumen untuk tetap berbelanja secara daring (online) meski pandemi covid-19 telah menurun. 

Riset Bank Indonesia (BI) memperkirakan transaksi lokapasar atau e-commerce tahun ini akan terus tumbuh hingga mencapai Rp 526 triliun, atau naik 31,2% dari transaksi tahun 2021 yang mencapai Rp 401 triliun.

Riset Google bersama Temasek dan Bain & Company juga mencatat, total nilai penjualan atau gross merchandise value(GMV) di Indonesia mencapai US$ 70 miliar pada 2021. Dari jumlah inji, 75% di antaranya, atau sekitar US$ 53 miliar,disumbangkan oleh penjualan lokapasar. Dalam tiga tahun ke depan hingga 2025, GMV diproyeksikan bakal meningkathingga menjadi US$ 104 miliar.

Meski prospeknya bagus, bisnis lokapasar menghadapi tantangan besar: bagaimana merancang strategi yang tepat agar bisnis terus tumbuh dan berkembang. Sebagian besar pelaku bisnis ini gencar menggelar diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan. Strategi pemasaran ini memang efektif dalam meningkatkan volume transaksi, tapi mengorbankan margin, bahkan kadang harus merugi. Inilah yang menjadi bumerang.

Dalam bisnis e-commerce, loyalitas pelanggan terhadap platform agaknya tak cukup kuat. Pelanggan cenderung berburu lokapasar yang memberi diskon opaling menguntungkan. Tak sedikit pelaku lokapasar yang mulai ditinggal pelanggan gara-gara tak lagi mengobral diskon. Alih-alih mendongkrak kinerja, strategi obral diskon malah bisa membuat kinerja semakin rontok dan perusahaan terpaksa mengambil langkah efisiensi agar bisa tetap bertahan. 

Belum lama ini, Tech In Asia mengabarkan bahwa ada perusahaan lokapasar regional yang bakal mengurangi pekerjanya, termasuk di Indonesia. Meski tetap menggunakan promosi sebagai salah satu strategi, beberapa perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan program diskon. Sejumlah strategi dirancang agar saling mengisi sehingga pelanggan betah bertransaksi, meski tidak dengan harga diskon. Misalnya, jaminan kemudahan dan kecepatan bertransaksi lewat beberapa layanan yang bisa dipilih pelanggan. Tak sedikit pula perusahaan yang lebih membidik pelanggan yang butuh jaminan kualitas ketimbang potongan harga.

Blibli merupakan salah satu perusahaan lokapasar lokal yang tetap bertahan sejak berdiri 12 tahun lalu. Dengan membidik pasar kalangan atas (upper segment) perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini lebih fokus pada pelayanan untuk membuat pelanggan lebih nyaman dan aman bertransaksi. Misalnya, layanan berupa seleksi ketat mitra penjual untuk memastikan produknya berkualitas.

Meski sejumlah perusahaan e-commerce dikabarkan sedang mengambil langkah efisiensi, Blibli menjamin tak mengambil langkah serupa. “Tak pernah ada pemutusan hubungan kerja yang terkait efisiensi, jika dibandingkan dengan gelombang PHK di perusahaan teknologi sejak pandemi hingga saat ini,” kata Yohanes Lukiman, Senior Vice President dan Head of Business Development Blibli. 

Hal Ini disampaikan Yohanes pada acara HKSAR (Hong Kong Special Administrative Region) 25thAnniversary Business Conference: “Resilience and Vibrancy: Hong Kong, Indonesia, and the ASEAN”, beberapa waktu lalu.

Dengan beberapa strategi mengelola pelanggan dan mitra secara efektif, kinerja Blibli tetap bertahan melewati satu dekade dalam berbisnis. 

Saat ini, Blibli telah menjalin sinergi dengan Tiket.com dan PT Supra Boga Lestari (SBL), perusahaan yang mengelola jaringan toko bahan pangan segar kelas atas Ranch Market, The Gourmet, dan Farmers Market. SBL yang diakuisisi tahun lalu telah menjadikan Blibli sebagai e-commerce dengan jaringan toko bahan pangan segar terbesar di Indonesia. SBL kini mengelola 56 gerai supermarket Ranch Market, Farmers Market, dan The Gourmet.

Sinergi Blibli dengan Tiket.com dan SBL akan memperkuat ekosistem bisnis dan pengembangan perusahaan. Blibli dapat membangun ekosistem omnichannel, satu strategi bisnis e-commerce yang kini sedang diterapkan oleh perusahaan lokapasar kelas dunia seperti Amazon dan Walmart.

Ini semua bakal semakin meningkatkan layanan ke pelanggan dan para mitra Blibli lebih maksimal. “Kami yakin bahwa laba dan rugi (P&L) kami merupakan yang paling sehat di dunia e-commerce Indonesia,” kata Yohanes.  (RO/E-1)

Baca Juga

Ist/Kementan

HUT ke-77 RI, Mentan SYL Sampaikan Terima Kasih kepada Para Petani

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:40 WIB
Menurut SYL, kerja keras mereka terbukti jadi pemicu utama tingginya produktivitas sehingga Indonesia mampu mencapai swasembada di tiga...
Ist/PT KAI

KAI Iringi Indonesia Pulih Lebih Cepat dengan Semangat Melayani

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:32 WIB
Kereta api sudah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perkembangan bangsa bahkan sejak sebelum masa...
dok.ist

Pangdam XIV: TNI Jamin Stabilitas Keamanan Obvitnas dan PSN Smelter Nikel CNI Group

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 09:25 WIB
SETIAP ada Obvitnas dan PSN, secara tidak langsung itu merupakan tugas TNI untuk menjamin stabilitas keamanannya, demi kemaslahatan orang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya