Selasa 28 Juni 2022, 15:35 WIB

Pekerja Bukan Penerima Upah Diharap Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pekerja Bukan Penerima Upah Diharap Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Ist
Suhuri, Kepala Kantor BPjamsostek Cabang Jakarta Sudirman, Jakarta Selatan.

 

SAAT melaksanaan tugas sebagai pekerja, risiko mendapat kecelakaan pasti ada. Karena iiu, banyak pekerja yang merasa was-was atau khawatir dalam melakukan pekerjaan rutinnya.

Untuk menghilangkan kekhawatirkan saat bekerja, para tentunya harus mendapat jaminan sosial di antaranya melalui program perlindungan sebagaimana yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjanaan (Bpjamsostek).

Salah satu pekerja yang mengalami kecelakaan adalah Sarbinih. Ia adalah salah satu dari pekerja yang bekerja di bawah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Utara.

Bekerja sebagai Penyediaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), Sarbinih melakukan tugas merawat tanaman hias dan pepohonan. Namun saat bekerja Sarbinih terjatuh dan tak sadarkan diri.    

Sarbinih sempat dilarikan ke Puskesmas Kecamatan  Tanjung Periok. Namun nyawanya tak tertolong dan Sarbinih  almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.17 WIB.

Tentu saja kepergian Sarbinih yang menjadi tulang punggung keluarganya membuat sedih istri dan anaknya.

Namun ternyata Sarbinih telah terdaftar menjadi peserta program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dari Bpjamsostek.

"Kami menyampaikan turut berduka atas kejadian ini, semoga keluarga diberikan ketabahan," kata Suhuri, Kepala Kantor BPjamsostek Cabang Jakarta Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (28/6).

"Kami telah membayaran santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia yang merupakan haknya atas kepesertaan yang diikuti,” jelas Suhuri.

Baca juga: Pembayaran Klaim BP Jamsostek untuk Pekerja Migran Sudah Sesuai Aturan

Suhuri menambahkan, “Santunan JKK meninggal dunia dibayarkan kepada Rusdiana sebagai ahli waris yang merupakan anak almarhum sebesar Rp. 227 juta,”.

Ia berharap, santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial, bagi pekerja sektor informal untuk ikut menjadi peserta Bpjamsostek.

Mulai dari sopir angkutan, pemilik warung, petani, dan pelaku UMKM bisa mengikuti program Bukan Penerima Upah (BPU) di BPJS Ketanagakerjaan.

"Dengan begitu, masyarakat bisa mencari penghasilan lebih aman dan terjamin. Terutama ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Suhuri. (RO/OL-09)

Baca Juga

PPI Dunia

Pelajar Indonesia di Luar Negeri Tak Boleh Minder

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 21:54 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pelajar Indonesia tidak boleh minder dalam pergaulan...
Ist/Bea Cukai

Bea Cukai Bawa UMKM Naik Kelas, Ekonomi Tancap Gas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:50 WIB
Sebagai perwujudan dukungan kepada UMKM, Bea Cukai menginisiasi kegiatan bertajuk UMKM Week 2022, dengan tema "UMKM Naik Kelas,...
Ist/Kementan

Komisi IV DPR Dukung Kementan Perluas Subtitusi Pangan Lokal

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 17:48 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Syafrudin merespoms positif upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan perluasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya