Kamis 16 Juni 2022, 23:35 WIB

Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp240,6 Miliar

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp240,6 Miliar

Dok. Petrokimia Gresik
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo

 

INOVASI Petrokimia Gresik sepanjang 2021 tercatat mampu menciptakan nilai tambah sebesar Rp240,6 miliar bagi perusahaan. Capaian tersebut disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dalam acara Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) ke-36 Tahun 2022 di SOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/6).

Ia mengungkapkan, dari total nilai tambah itu, sebanyak Rp66,19 miliar atau 27,5% diantaranya berkontribusi langsung terhadap perolehan laba perusahaan. Itu menjadi bukti bahwa inovasi atau improvement yang dilakukan Insan Petrokimia Gresik mampu memberikan keuntungan nyata.

“Pandemi covid-19 di Indonesia tahun lalu memasuki gelombang kedua, lonjakan kasusnya pun cukup tinggi, pemerintah juga menerapkan pembatasan sosial. Kondisi ini memang berdampak bagi dunia industri. Alhamdulillah, kondisi ini justru semakin memacu Insan di Petrokimia Gresik untuk terus berinovasi,” ujar Dwi Satriyo melalui keterangan resmi, Kamis (16/6).

Nilai tambah tersebut, sambung dia, merupakan sebuah hasil yang datang dari ide para karyawan. Mereka tergabung dalam 1.158 gugus inovasi.

"Ini menjadi bukti bahwa inovasi adalah DNA bagi kami dan telah menjadi bagian dari strategi pengembangan perusahaan. Kami menyadari inovasi merupakan kunci untuk bertahan di tengah berbagai tantangan yang ada. Berkat inovasi pula, Petrokimia Gresik berhasil mengubah tantangan menjadi peluang selama setengah abad ini,” tuturnya

Adapun beberapa inovasi unggulan Petrokimia Gresik di 2021 yang disajikan pada konvensi tahun ini meliputi GIO Digital Office yang mampu menurunkan frekuensi masalah penciptaan naskah dinas dan mempercepat prosesnya. Inovasi tersebut mampu menyumbangkan penghematan sebesar Rp839,6 juta dalam waktu 13 bulan.

Baca juga : Lebih Banyak Miliuner Ukraina yang Hengkang Ketimbang Rusia

Selanjutnya, inovasi dari GIO Fleksi berhasil menurunkan 50% Downtime Pabrik Urea 1A. Inovasi itu mampu menghasilkan potensi penghematan hingga Rp252 miliar dalam waktu tujuh bulan. 

Kemudian, SS Kuantitatif mampu menurunkan jumlah Pupuk ZA yang tidak sesuai spesifikasi, dari 46 ribu ton menjadi 0 ton dengan Metode Volumetri, sehingga mengurangi potensi kerugian perusahaan akibat keluhan dari end-user.

Terakhir, SS Slundar Slundur sukses memanfaatkan limbah padat hasil kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bahan baku filler pada Pupuk NPK. Berdasarkan perhitungan verifikasi kinerja keuangan, penerapan inovasi tersebut menghasilkan penghematan sebesar Rp2,9 miliar dalam setahun.

Keempat inovasi tersebut juga telah berhasil meraih predikat '3 Stars' atau kategori tertinggi dalam ajang konvensi inovasi internasional 26th Asia Pacific Quality Organization (APQO).

"Artinya, karya inovasi tidak hanya berdampak pada perolehan laba bagi perusahaan, tapi juga menginspirasi dan mampu membawa prestasi hingga level internasional," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

AFP/Andre Pain.

Suku Bunga Bank Sentral Eropa Naik 50 Bps

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 03 Februari 2023, 11:00 WIB
Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan tingkat suku bunga 50 bps, mendorong kenaikan dari 2,5% - 2,75% menjadi 3% -...
Daniel ROLAND / AFP

Suku Bunga Bank Sentral Eropa Naik 50 Bps

👤 Fetry Wuryasti 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:58 WIB
Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan tingkat suku bunga 50 bps, mendorong kenaikan dari 2,5% - 2,75% menjadi 3% -...
Antara

Bulog Akan Resmikan Rice Milling Plant di 10 Sentra Produksi Beras Indonesia

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:47 WIB
Pemerintah melalui Perum Bulog akan meresmikan Rice Milling Plant (RMP) pada pertengahan tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya