Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEREBAKNYA virus covid-19 menyebabkan diberlakukannya pembatasan sosial yang mengakibatkan banyak perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat.
Salah satu dampak yang paling signifikan adalah semakin bergantungnya masyarakat terhadap teknologi.
Kemajuan teknologi serta pembatasan sosial selama pandemi covid-19 ini menjadikan para pelaku ekonomi untuk terus berinovasi, termasuk in-Lite LED yang terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia serta dalam mewujudkan visi #TerangIndonesia melalui inovasi-inovasinya.
General Marketing Manager in-Lite, Fransiska Darmawan mengatakan, “Sebagai perusahaan, kami harus tetap berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan masyarakat yang dinamis serta bertahan selama pandemi covid-19 berlangsung."
"Kami juga diharuskan untuk berpikir secara kreatif untuk bertahan dalam menghadapi tantangan yang ada," jelas Fransiska dalam keterangan pers, Kamis (9/6).
"Sejak awal pandemi, kami sadar bahwa adanya keterbatasan daya jangkau masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi," kata Fransiska.
Baca juga: Citra Tubindo Ekspor 1.200 Metriks Ton Pipa OCTG ke Uganda dan Arab Saudi
Melihat tantangan tersebut, In-Lite mulai mengembangkan kehadiran merek in-Lite melalui platform digital, dengan mulai memasarkan produk in-Lite melalui e-commerce sebagai bentuk upaya dalam memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat yang lebih luas di mana saja dan kapan saja.
Tidak hanya memulai untuk berjualan di e-commerce untuk lebih dekat dengan pelanggan, in-Lite juga hadir di media sosial untuk memberikan konten informatif mengenai penggunaan lampu yang efektif serta tips dekorasi.
Sejak pandemi covid-19 yang menyebabkan terbatasnya interaksi secara langsung dengan konsumen, in-Lite menyediakan customer service melalui media sosial untuk menjawab pertanyaan pelanggan mengenai lampu apa yang cocok untuk hunian.
"Media sosial resmi juga berperan sebagai konsultan pencahayaan bagi masyarakat secara real time dan tanpa pungutan biaya dengan sadarnya in-Lite mengenai kebutuhan pelanggan yang berubah dalam pandemi ini," jelasnya.
Banyak dari pelanggan berkonsultasi sebelum membeli produk pencahayaan untuk mengetahui produk apa yang paling tepat bagi hunian mereka.
Pada tahun 2021, pertanyaan yang diajukan oleh pengguna media sosial melalui akun instagram in-Lite meningkat sebesar 306%, serta followers bertambah sebanyak 50% dibandingkan dengan tahun 2020.
“Tidak hanya itu, penjualan total tahun 2021 meningkat sebanyak 408%, di mana penjualan melalui platform e-commerce meningkat sebesar 443% jika dibandingkan dengan tahun 2020," tutur Fransiska.
"Hal ini menunjukkan bahwa inovasi memang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dan untuk bertahan,” ucapnya.
Fransiska menjelaskan selama hampir satu dekade sejak didirikan, in-Lite yang mulanya berfokus pada strategi Business to Business (B2B) terus berinovasi dengan harapan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang kebutuhannya kian berganti dan mendekatkan perusahaan melalui strategi Business to Customer (B2C).
Seluruh inovasi ini dilakukan untuk mencapai visi #TerangIndonesia melalui produk lampu LED lokal berkualitas premium dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), bergaransi, dapat diakses dari Sabang sampai Merauke dengan harga yang kompetitif.
Sebagai merek LED besutan anak bangsa, in-Lite berharap untuk terus menyediakan produk terbaik yang mudah didapatkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
“Kami harap, ke depannya in-Lite dapat terus berkembang menjadi merek lampu LED lokal yang dapat menjadi one-stop lighting solutions yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan penerangan dan menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” tutup Fransiska. (RO/OL-09)
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Sejak didirikan, Susu Mbok Darmi membawa misi sederhana namun relevan, yakni menghadirkan susu segar yang mudah diakses, sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan peternak lokal.
BRAND lokal yang menghadirkan solusi kecantikan instan khusus untuk area lash dan brow, Roona berhasil menyabet penghargaan Brand Choice Award 2025.
Bank Indonesia mencatat nilai transaksi e-commerce mencapai Rp44,4 triliun pada Juli 2025, menandakan tingginya minat belanja online.
Tiga brand lokal yakni Jims Honey, Sovlo, dan Kanky, menjadi bukti bahwa adaptasi digital bukan sekadar pilihan, tetapi kunci menuju pertumbuhan berkelanjutan.
Melalui Vidio Shopping, penonton bisa langsung membeli produk yang muncul di dalam tayangan favorit mereka, tanpa perlu beralih aplikasi.
komitmen jangka panjangnya hingga 2030 dengan target pendistribusian ke 30.000 rumah, 300 sekolah, dan 300 fasilitas publik di 80 kota di Indonesia
Hemat energi & percantik rumah dengan lampu LED! Pelajari cara mengatur pencahayaan LED yang efektif untuk setiap ruangan & ciptakan suasana ideal. Klik sekarang!
Dimulai dengan peluncuran produk pertama, LED Class dan LED Legend, EcoKing terus berinovasi untuk menyediakan pencahayaan maksimal dengan harga terjangkau
Ruang publik bukan hanya dapat digunakan sebagai tempat untuk beraktivitas bagi masyarakat, namun juga platform berinteraksi.
Dalam perjalanan 4 tahun Proyek Adlight, berbagai capaian telah dirasakan dalam membantu industri LED menjadi tuan rumah di negeri sendiri
Edy Purwoko atau yang akrab disapa Edy Lusi ialah seorang petani buah naga yang berasal dari desa Tambakrejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved