Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Pemerintah akan menambah jumlah komoditas ekspor-impor yang tercakup dalam neraca komoditas.
"Dalam waktu dekat neraca komoditas diharapkan mencakup lebih banyak komoditas lain di dalam perekonomian Indonesia yang dikenal sebagai negara yang memang kaya akan komoditas," kata Menkeu dalam Talkshow Neraca Komoditas secara daring, hari ini.
Saat ini neraca komoditas yang berisi data dan informasi terkait produksi dan konsumsi komoditas ekspor-impor Indonesia, baru mencakup lima komoditas, yakni beras, gula, garam, daging lembu, dan ikan.
Adapun neraca komoditas memiliki tiga fungsi utama, yaitu acuan penerbitan persetujuan impor dan ekspor, acuan data produksi dan konsumsi, serta acuan pengembangan industri nasional.
"Data dari neraca komoditas menjadi referensi tunggal bagi pemerintah dalam memberikan izin ekspor dan impor bagi pelaku usaha. Neraca ini berlaku sebagai patokan yang dijadikan referensi pelaku usaha dalam memperoleh bahan baku dan penolong yg dibutuhkan untuk usaha mereka," katanya.
Baca juga: Imbas Konflik Rusia-Ukraina, Jerman Bakal Beli Batu Bara dari RI
Menkeu meyakini tata kelola komoditas ekspor impor yang baik akan turut memperbaiki perekonomian Indonesia dan membuat masyarakat lebih mempercayai pemerintah yang bekerja secara transparan.
Dengan neraca komoditas, pemerintah bisa membuat kebijakan yang berdasarkan data sehingga kebijakan lebih berkualitas karena objektif dan akurat.
"Dengan neraca ini, integrasi dan sinergi dari berbagai policy yang dikeluarkan kementerian dan lembaga diharapkan bisa jauh lebih positif atau lebih kuat serta lebih komprehensif sehingga tidak saling menafikan satu sama lain," katanya.(Ant/OL-4)
Meningkatnya kebutuhan gula nasional perlu diikuti daya dukung industri dan ketersediaannya di pasar. Penggunaan sistem neraca komoditas dan impor bisa menjadi alternatif.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada November 2023 tercatat sebesar 116,73, naik 0,82%, dibandingkan dengan bulan Oktober 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut nilai ekspor Indonesia pada September 2023 mencapai US$20,76 miliar atau turun 5,63% dibandingkan Agustus 2023.
Neraca perdagangan Indonesia diprediksi masih tetap membukukan surplus pada Juli 2023.
Surplus neraca dagang pada Januari 2023 dinilai dapat mendorong ketahanan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global
Perpres Nomor 32 Tahun 2022 tentang Neraca Komoditas bakal menjadi dasar acuan menentukan kebijakan ekspor dan impor. Di sisi lain, ada Perpres Nomor 66 Tahun 2021.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved