Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) pemilik jaringan distribusi bahan bangunan, kimia dan FMCG serta Ritel Modern Bahan Bangunan & home improvement Mitra10 serta home furnishing Atria kembali melakukan ekspansi dengan meresmikan superstore baru Mitra10 dan Atria di Cibinong.
Pada Rabu (25/5) lalu, CSAP membuka superstore Mitra10 ke-44 dan Atria ke-18 di Cibinong, Jawa Barat. Dengan mengusung konsep “Shop in Shop”, para pengunjung berbelanja di dua toko berbeda dalam satu toko. Mitra10 Superstore Mitra10 Cibinong yang menempati area seluas 2,1 hektar ini merupakan toko ke-2 yang dibuka tahun 2022. Setelah sebelumnya pada Januari lalu dibuka di Pekanbaru, Riau dan dalam waktu dekat menyusul pembukaan 2 toko baru satu di Jabotabek dan satu lagi di luar Jawa.
Corporate Secretary PT Catur Sentosa Adiprana Tbk Idrus Widjajakusuma mengatakan, strategi ekspansi ini untuk mengenapi target kepemilikan 50 toko Mitra10 di tahun 2023 mendatang. Untuk kemudian dilanjutkan dengan target jangka panjang berikutnya yakni, kepemilikan 100 toko Mitra10 di tahun 2030.
“Dengan dibukanya Mitra10 di Cibinong, saat ini kami telah memiliki 44 toko di 25 kota di Indonesia. Harapannya, Mitra10 di Cibinong dapat menjadi destinasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbelanja bahan bangunan dan perlengkapan rumah," jelas Idrus.
Kinerja CSAP
Saat ini, CSAP memiliki 43 Cabang Distribusi Bahan Bangunan di 41 kota besar, 4 cabang distribusi Kimia, 38 area distribusi consumer goods (FMCG).
Pada segmen Ritel, Perseroan memiliki 44 toko “Mitra10” Ritel Modern Bahan Bangunan & Home Improvement, serta 18 showroom “Atria” Ritel Modern Home Furnishing di kota-kota besar di Indonesia seperti Jabotabek, Cikarang, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Sidoarjo, Semarang, Tegal Surabaya, Malang, Denpasar, Lampung, Palembang, Batam, Medan, Pekanbaru, Makassar, Balikpapan dan Banjarmasin.
Idrus menambahkan, Perseroan menilai segmen modern retail di Indonesai memiliki ruang yang sangat luas untuk tumbuh lebih besar melihat jumlah penduduk Indonesia dan coverage area-nya yang sangat luas, serta memberikan potensi kontribusi marjin keuntungan yang lebih besar.
Strategi Perseroan melakukan ekspansi agresif berbuah manis, dapat dilihat dari pencapaian kinerja FY2021 dimana Laba Bersih (Laba Komperehensif yang Dapat Diatribusikan ke Entitas Induk) tumbuh signifikan 144% menjadi Rp220 miliar, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yakni Rp90 miliar.
Pencapaian bottom line Perseroan tersebut tidak lepas dari pertumbuhan Pendapatan konsolidasi atau top line yang tumbuh 12,5% menjadi Rp14,24 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp12,65 triliun.
Pendapatan tersebut dikontribusikan oleh Penjualan Barang Beli Putus tercatat sebesar Rp13,5 triliun dan Penjualan Konsiyansi sebesar Rp730,1 miliar sepanjang 2021 lalu.
Solidnya kinerja Penjualan dan rendahnya pertumbuhan Beban Pokok Penjualan Barang Beli Putus berdampak positif pada Laba Kotor CSAP. Sepanjang 2021 Laba Kotor tercatat Rp2,29 triliun tumbuh 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,97 triliun.
Kinerja positif juga dibukukan Laba Usaha, setelah dikurangi Beban Operasional dan ditambah Pendapatan Usaha Lain-lain. Laba Usaha tercatat Rp516,60 miliar, tumbuh meyakinkan 58,2%. Sedangkan Laba Sebelum Pajak tercatat Rp288,06 miliar, tumbuh 151% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yakni Rp114,75 miliar.
Pada periode 2022, CSAP yang menargetkan pertumbuhan Penjualan sebesar 11% dan pertumbuhan Laba Bersih sebesar 18% tersebut telah menyiapkan belanja modal/ Capital Expenditure (Capex) sebesar Rp600 miliar. Dana tersebut 80% dialokasikan untuk pengembangan segmen ritel modern Mitra10 dan Atria. (RO/E-1)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
USAI lepas status suspend, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menembus batas auto rejection atas (ARA) selama enam hari berturut-turut. Investor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved