Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KINERJA Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada April 2022 mencatatkan surplus sebesar Rp103,1 triliun, atau 0,58% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Capaian itu disebut sebagai indikasi perbaikan kinerja instrumen fiskal negara.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, surplus anggaran terjadi lantaran pendapatan negara mencapai Rp853,6 triliun, lebih tinggi dari realisasi belanja sebesar Rp750,5 triliun.
"Dari total balance, APBN kita surplus Rp103,1 triliun, bandingkan dengan tahun lalu yang defisit Rp138,2 triliun, ini baliknya cepat sekali, atau 174%. Bulan lalu surplus Rp10 triliun, ini adalah lonjakan tinggi," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (23/5).
Sri Mulyani menjelaskan, realisasi pendapatan negara pada April 2022 mengalami pertumbuhan 45,9% dari realisasi tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp584,9 triliun.
Pendapatan negara tersebut berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp567,7 triliun, tumbuh 51,5% dari kinerja April 2021 yang tercatat Rp374,7 triliun. Lalu penerimaan bea dan cukai tercatat tumbuh 37,7% dari Rp78,7 triliun menjadi Rp108,4 triliun.
Pertumbuhan positif juga terjadi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercatat sebesar Rp177,4 triliun, tumbuh 35% dari realisasi April 2021 sebesar Rp131,3 triliun. "Jadi ini terus menanjak. Di semua komponen pendapatan, semua mengalami pertumbuhan pendapatan negara," terang Sri Mulyani.
Pada saat yang sama, kinerja belanja negara juga tercatat mengalami perbaikan. Belanja pemerintah pusat misalnya, tumbuh 3,7% dari Rp489,8 triliun di April 2021 menjadi Rp508 triliun pada April 2022.
Sedangkan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mengalami pertumbuhan 4% dari Rp233,2 triliun menjadi Rp242,2 triliun di April 2022. Kinerja belanja negara itu secara menyeluruh juga tumbuh bila dibandingkan dengan capaian Maret 2022.
Ani, sapaan karib Sri Mulyani menyatakan, akselerasi pertumbuhan kinerja pendapatan dan belanja negara itu mengindikasikan pemulihan ekonomi terus berlanjut di Indonesia. Karenanya, bendahara negara akan terus menggunakan APBN sebagai alat guna menjaga momentum tersebut.
Pasalnya saat ini tantangan perekonomian tak lagi disebabkan oleh dampak pandemi covid-19 semata. Konflik geopolitik yang memberi efek merambat pada sektor keuangan dan lonjakan sejumlah harga komoditas menjadi variabel menantang dalam proses pemulihan.
"Oleh karena itu, APBN meski menjadi instrumen utama dan pertama dalam melindungi ekonomi dan masyarakat, strategi perlu diubah. Fokus kita tahun ini adalah menjaga pemulihan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, dan kesehatan APBN itu sendiri. Karena APBN bisa terkena dampak negatif dari perubahan risiko yang berubah," pungkasnya. (OL-8)
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk mengelola ekonomi secara pruden dengan mengusung kebijakan yang pro-pertumbuhan dan pro-rakyat. T
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
urbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan anggaran yang digunakan untuk iuran 1 miliar dolar AS untuk keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza bisa diambil dari apbn
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved