Senin 23 Mei 2022, 19:04 WIB

Menkeu Ingin Produk Halal RI Semakin Berkembang

Emir Chairullah | Ekonomi
Menkeu Ingin Produk Halal RI Semakin Berkembang

Antara
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menyampaikan keterangan pers.

 

PEMERINTAH berharap produk halal semakin berkembang. Mengingat, sejumlah kawasan industri halal di beberapa wilayah Indonesia sudah dibuka. 

Hal ini ditekankan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurutnya, langkah itu sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai produsen halal terkemuka di dunia.

“Kita berharap bisa dikembangkan lebih jauh, setelah dibukanya kompleks industri halal,” ujar Ani, sapaan akrabnya, seusai bertemu Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta, Senin (23/5).

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Buka Cabang di Dubai

Pemerintah sudah menyiapkan tiga kawasan industri untuk mendukung produk halal. Rinciannya, Modern Cikande Industrial Estate di Serang (Banten), Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo (Jawa Timur), serta Kawasan Industri Halal Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan.

Dalam pertemuan dengan Wapres, Ani juga meminta seluruh kementerian atau lembaga (K/L) terkait untuk bersinergi dan lebih harmonis. Khususnya, dalam menjalankan program kerja pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. 

“Bahkan, Wapres juga meminta agar pemerintah daerah juga dilibatkan,” jelas Bendahara Negara.

Ani menyebut pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan pelaku usaha yang bergerak di sektor produk halal. Salah satunya, mempermudah sertifikasi halal untuk pelaku UMKM, sesuai dengan kemampuan dan kapasitas.

Baca juga: Erick Thohir: Indonesia Harus Menjadi Industri Halal Nomor Satu Dunia

Pemerintah juga mendorong peran BRIN dalam menyiapkan laboratorium untuk pengujian sertifikasi produk halal. “Termasuk, produksi barang srategis yang sangat dibutuhkan di Indonesia,” imbuhnya.

Secara demografi, Indonesia merupakan negara dengan persentase penduduk Muslim terbesar di dunia. Sensus pada 2012 menyatakan 87,18% dari 237,6 juta penduduk Indonesia memeluk agama Islam.

Pada 2017, Indonesia menduduki peringkat pertama Muslim Food Expenditure dengan nilai US$170 miliar. Berdasarkan data Statista.com, angka ini diproyeksikan naik menjadi US$247,8 miliar pada 2025.(OL-11)
 

Baca Juga

Antata

PUPR Salurkan 60.706 Unit Bantuan Rumah Swadaya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:48 WIB
Pada 2022 Ditjen Perumahan PUPR mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2,23 triliun untuk program...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Airlangga Sebut Kasus Harian Covid-19 Masih Level Aman

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:00 WIB
Negara lain yang memiliki jumlah kasus harian cukup tinggi sampai 28 Juni 2022 adalah India dengan 14.529 kasus, Inggris dengan kasus...
Antara

OJK: Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp102,9 Triliun

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 21:52 WIB
Hingga 24 Juni 2022, OJK mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,5%, jika dibandingkan dengan akhir Mei 2022 (mtd) ke level...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya