Rabu 11 Mei 2022, 20:30 WIB

Produk Ekonomi Kreatif Indonesia Tampil pada 1st TWG 2022

mediaindonesia.com | Ekonomi
Produk Ekonomi Kreatif Indonesia Tampil pada 1st TWG 2022

Ist
Produk ekonomi kreatif yang turut dipamerkan pada 1st Tourism Working Group 2022 di Sudamala Resort, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

 

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Barekraf) mempromosikan ragam produk ekonomi kreatif dalam 1st Tourism Working Group 2022, yang berlangsung pada 10-11 Mei 2022 di Sudamala Resort, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Produk ekonomi kreatif itu di antaranya pakaian tradisional yang dikenakan Menparekraf atau Kepala Barekraf Sandiaga Salahuddin Uno, berupa tenun sutra Mandar Sureq Marasa.

Selain itu, syal songkek khas Manggarai, NTT, yang dikenakan Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, dan Co Chair of Tourism Working Group, Iman Santosa hingga dihadirkannya ragam produk olahan kuliner khas NTT.

Kain tenun sutra Mandar Sureq Marasa yang dikenakan Menparekraf Sandiaga saat membuka 1st Tourism Working Group secara daring ini adalah motif tenun baru dari Sulawesi Barat, yang merupakan gagasan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat. 

Menparekraf menyampaikan bahwa tenun sutra Mandar Sureq Marasa adalah salah satu produk ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pengrajin yang mayoritas dilakukan oleh ibu-ibu daerah pesisir Sulawesi Barat. 

Baca juga: Menparekraf Sebut PBB Apresiasi Indonesia Tangani Pandemi Covid-19

"Tenun Sutra Sureq Marasa dibuat dengan proses handmade dan ditenun dengan alat tradisional yang keseluruhannya dilakukan oleh tenaga manusia, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi," ujar Menparekraf dalam keterangan pers, Rabu (11/5). 

Sementara itu, syal yang dikenakan Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, dan Co Chair of Tourism Working Group, Iman Santosa merupakan songkek khas Manggrai, NTT, ini adalah kain tenun yang wajib dikenakan saat acara-acara adat.

Acara adat antara lain saat kenduri (penti), membuka ladang (randang), hingga saat musyawarah (Nempung). 

Motif yang dipakai pun tidak sembarang. Setiap motif mengandung arti dan harapan dari orang Manggarai dalam hal kesejahteraan hidup, kesehatan, dan hubungan, baik antara manusia dan sesamanya, manusia dengan alam maupun dengan Sang Pencipta. 

Tak hanya pakaian tradisional yang dihadirkan, produk subsektor kuliner khas NTT pun turut ditampilkan pada 1st TWG 2022.

Hadirnya ragam produk ekraf pada 1st TWG 2022 di Labuan Bajo ini diharapkan bisa mengenal keragaman dan keunikan budaya Indonesia kepada para delegasi G20.

Direktur Utama BPOLBF (Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores) Shana Fatina mengatakan hadirkan produk-produk ekraf pada ajang 1st TWG 2022 ini menjadi sarana promosi efektif kepada para delegasi.

"Display yang kami tampilkan pada ajang ini dikemas dengan menarik, seperti kopi khas NTT, ada 4 jenis kopi yang ditawarkan yaitu Juria, Robusta, Arabica, Yellow Catura. Kopi Robusta Manggarai dan Arabica Manggarai serta Arabica Bajawa telah memiliki sertifikasi indikasi geografis sehingga memiliki nilai yang tinggi dan dapat memberi manfaat lebih bagi petani kopi," jelas Shana.

"Juga terdapat hampers eksklusif produk dari 11 kabupaten di Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima ), antara lain madu dari Lembata, sirup gula sorghum Flores Timur, teh herbal dari Manggarai, kopi arabika Juria dari Manggarai Timur, coconut chips dari Nagekeo, biji kakao manis dari Sikka, sambal nanas dari Ende, kopi arabica Bajawa dari Ngada, kacang kenari kakao kayu manis dari Alor, kacang mete karamel dari Bima, dan juga gula aren Kristal dari Mabar," jelas Shana Fatina.

"Juga dekorasi atribut meeting termasuk songke Manggarai yang ditenun oleh para perempuan Flores dan patung komodo handmade dari masyarakat, menunjukkan kekuatan ekraf berbasis masyarakat di Labuan Bajo," tambah Shana.

Selain hasil produk ekraf, lanjut Shana, juga ditampilkan materi promosi lainnya, seperti buku kopi Flores, buku dan foto-foto proses pembuatan dan penggilingan kopi serta pemutaran video promosi pariwisata Labuan Bajo yang menggambarkan keindahan alam, keunikan budaya, serta kekuatan pariwisata berkelanjutan pada sesi TWG tersebut. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK BEA CUKAI

Jaga Keberlangsungan Ekspor, Bea Cukai Sigap Berikan Pelayanan untuk Pelaku Usaha Dalam Negeri

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 19:26 WIB
Untuk terus menjaga keberlangsungan ekspor, Bea Cukai Parepare dan Bea Cukai Bandung memberikan asistensi dan pelayanan...
DOK BEA CUKAi

Jaring Potensi Ekspor Daerah, Bea Cukai Lawan Pelaku UMKM

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 19:15 WIB
Bea Cukai terus berupaya mengasistensi para pelaku UMKM di berbagai daerah agar dapat mengekspor...
DOK BEA CUKAI

Optimalkan Pengawasan Kepabeanan dan Cukai, Bea Cukai Jalin Sinergi dengan TNI dan Polri

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 19:04 WIB
Bea Cukai berupaya bersinergi dengan instansi penegak hukum lainnya, seperti TNI dan Polri, untuk optimalisasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya